Rico Waas Gandeng UNDP, Bahas Pengelolaan Sampah di Medan

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 13 Mei 2026 | 18:10 WIB
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan delegasi UNDP Indonesia di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (13/5/2026), untuk membahas kerja sama pengelolaan sampah dan penguatan digitalisasi layanan publik.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan delegasi UNDP Indonesia di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (13/5/2026), untuk membahas kerja sama pengelolaan sampah dan penguatan digitalisasi layanan publik.

MEDAN, METRODAILY — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan delegasi United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (13/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Medan dan UNDP, terutama di bidang pengelolaan sampah berkelanjutan, penguatan sistem digital, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

Salah satu agenda yang turut dibahas yakni rencana kunjungan lapangan ke fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari penguatan program pengelolaan sampah modern di Kota Medan.

Dalam pertemuan itu, Rico Waas menyambut baik peluang kolaborasi dengan UNDP Indonesia. Ia menilai Kota Medan memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan bersama, khususnya di sektor lingkungan dan transformasi digital pelayanan publik.

“Ada banyak hal yang berpotensi untuk dikerjasamakan, terutama terkait pengelolaan sampah dan sistem digital,” ujar Rico Waas.

Ia menjelaskan, Kota Medan merupakan kota multikultural yang dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis.

Menurutnya, keberagaman masyarakat Medan menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung pembangunan kota.

“Medan sebagai kota terbesar keempat di Indonesia dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari Melayu, Batak, Tionghoa hingga India,” katanya.

Selain itu, Rico Waas menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Medan terus menunjukkan tren positif yang ditopang investasi dan perkembangan sektor UMKM, khususnya kuliner dan produk lokal yang mulai diarahkan ke pasar ekspor.

“Medan memiliki potensi ekonomi yang besar, termasuk dari sektor UMKM dan kuliner yang terus berkembang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rico juga memaparkan komitmen Pemko Medan dalam mengembangkan kawasan heritage dan wisata sejarah seperti Lapangan Merdeka, Kesawan, dan Warenhuis untuk memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya dan sejarah.

Pemerintah Kota Medan, lanjutnya, juga terus mendorong digitalisasi layanan kesehatan serta peningkatan keterampilan masyarakat melalui program pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan kota.

Rico turut memperkenalkan sejumlah ikon Kota Medan seperti Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun, kawasan Kota Lama Belawan, hingga Pelabuhan Belawan yang menjadi pintu gerbang perdagangan dan industri di Sumatera Utara.

Ia juga menyoroti potensi sungai-sungai besar di Kota Medan seperti Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Denai yang dinilai memiliki peluang besar untuk ditata dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sujala Pant, mengatakan UNDP memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Menurutnya, saat ini UNDP tengah memasuki siklus program lima tahunan baru dan ingin memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui berbagai program pembangunan berkelanjutan.

Beberapa sektor yang dinilai potensial untuk dikerjasamakan antara lain pengelolaan sampah, lingkungan hidup, ekonomi sirkular, pengembangan UMKM, hingga peningkatan ekonomi masyarakat berbasis komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kakao, dan kopi.

Sujala menambahkan, program-program tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait hilirisasi industri, pertumbuhan ekonomi, dan target net zero emission.

Dalam pertemuan itu juga dibahas sistem digital milik UNDP yang digunakan untuk melacak distribusi vaksin dan obat-obatan ke berbagai daerah di Indonesia. (rel)

Editor : Editor Satu
UNDP Wali Kota Medan Rico Waas pengelolaan sampah