MEDAN, METRODAILY - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kesiapan jajaran kepolisian dalam menjaga kondusivitas daerah usai mengikuti Apel Akbar dan Deklarasi Sabuk Kamtibmas serta simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Markas Polda Sumatera Utara, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Februanto dan dihadiri unsur Forkopimda, termasuk Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak, jajaran TNI, kejaksaan, serta tokoh masyarakat.
Usai apel dan deklarasi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi Sispamkota yang diprakarsai Polrestabes Medan. Simulasi ini menggambarkan penanganan berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari kondisi normal hingga situasi darurat.
Baca Juga: Hutama Karya Kelola 1.129 Km JTTS, Perkuat Posisi Infrastruktur Nasional
Tahapan simulasi meliputi:
- Peran fungsi intelijen dan pembinaan masyarakat
- Pengamanan oleh Bhabinkamtibmas
- Eskalasi situasi dari kondisi hijau, kuning, hingga merah
- Penanganan kerusuhan dan penjarahan
- Penanganan terorisme, bom, dan penculikan
Rico Waas mengaku terkesan dengan keseriusan dan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai skenario ancaman.
“Kami benar-benar yakin Kota Medan dapat dijaga kondusivitasnya. Ini bukti Polri siap menjamin rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Serapan Pupuk Subsidi di Sumatera Tembus 683 Ribu Ton, Melonjak 142% di Awal 2026
Dalam kesempatan tersebut, Rico menilai deklarasi Sabuk Kamtibmas menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat.
Menurutnya, keamanan merupakan fondasi utama agar aktivitas ekonomi dan sosial di Kota Medan dapat berjalan optimal tanpa gangguan.
Pemko Medan, lanjutnya, akan terus mendukung langkah preventif dan represif aparat dalam menekan angka kriminalitas, termasuk kejahatan jalanan seperti begal.
Kapolda: Tindak Tegas Begal dan Narkoba
Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Februanto menegaskan komitmen jajarannya untuk menindak tegas pelaku kejahatan, khususnya begal yang meresahkan masyarakat.
Baca Juga: OJK Sumut Edukasi 2.000 ASN di Medan, Waspadai Ancaman Pinjol Ilegal hingga Phishing
“Saya sudah perintahkan seluruh jajaran untuk bertindak tegas terhadap pelaku begal tanpa ampun,” tegasnya.
Selain itu, peredaran narkoba juga ditetapkan sebagai musuh bersama yang harus diberantas secara serius. Kapolda turut menyoroti ancaman hoaks dan provokasi yang berpotensi memicu konflik sosial.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menjaga keamanan lingkungan tanpa memandang perbedaan suku maupun agama.
Strategi Polrestabes Medan
Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak memaparkan tiga strategi utama dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di Kota Medan, yaitu:
- Penguatan keamanan berbasis komunitas melalui Sabuk dan kentongan
- Tactical Floor Game untuk pematangan strategi taktis
- Simulasi lapangan Sispamkota sebagai implementasi langsung
Baca Juga: Jemaah Haji Jateng Transit Darurat di Kualanamu, Kanwil Kemenhaj Sumut Turun Menjenguk
Simulasi tersebut mencakup mobilisasi personel, pengendalian massa, pengamanan objek vital, hingga penanganan terorisme dengan pelibatan tim penjinak bom (Jibom).
Jean Calvijn menambahkan, pihaknya akan segera melakukan implementasi di lapangan, termasuk rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis.
“Kami akan sosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat terkait penyekatan dan pengalihan arus, agar tidak mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.
Tekan Kriminalitas, Jaga Stabilitas
Dengan simulasi yang matang dan koordinasi lintas sektor yang solid, diharapkan angka kriminalitas di Kota Medan, termasuk begal dan kekerasan jalanan, dapat ditekan secara signifikan.
Sinergi antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut. (Rel)
Editor : Editor Satu