MEDAN, METRODAILY – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meninjau langsung jembatan perlintasan kereta api yang roboh akibat banjir di Jalan Adi Sucipto, Gang Damai, Kecamatan Medan Polonia, Jumat (17/4/2026).
Jembatan eks perlintasan kereta api milik PT Kereta Api Indonesia tersebut diketahui merupakan bangunan lama peninggalan era kolonial Belanda, yang dibangun pada rentang tahun 1887 hingga 1915 dan sudah tidak lagi difungsikan untuk operasional kereta api.
Dalam peninjauan itu, Rico Waas didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Bappeda Kota Medan Ferri Ichsan, Kadishub Medan Irsan Idris Nasution, Kadis SDABMBK Khairul Azmi, serta para camat dari wilayah terdampak.
Rico menegaskan, Pemerintah Kota Medan tidak akan tinggal diam terhadap kondisi tersebut. Ia menyebut jembatan yang roboh telah memutus akses vital warga, terutama sebagai jalur utama anak-anak menuju sekolah.
“Jembatan ini merupakan urat nadi mobilitas warga. Kita tidak bisa biarkan kondisi ini berlarut,” ujar Rico di sela peninjauan.
Mengacu pada status lahan yang merupakan kewenangan PT KAI, Pemko Medan kini menyiapkan skema kolaborasi lintas instansi untuk membangun kembali akses penyeberangan yang lebih aman dan modern.
“Hari ini kami meninjau langsung lokasi jembatan di Gang Damai yang telah roboh sejak 2024. Bersama PT KAI, kami akan menyusun strategi pembangunan akses penyeberangan yang nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap pembangunan kembali jembatan tersebut nantinya mampu memulihkan konektivitas antarwilayah yang selama ini terganggu.
“Kita ingin mobilitas warga kembali normal. Aktivitas antar kecamatan bisa terhubung lebih dekat, dan yang paling penting anak-anak bisa berangkat ke sekolah dengan aman,” tegasnya. (Rel)
Editor : Editor Satu