
MEDAN, METRODAILY – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberi ultimatum keras kepada pejabat yang baru dilantik: enam bulan untuk membuktikan kinerja atau siap dievaluasi.
Sebanyak 76 pejabat eselon II, III, dan IV resmi dilantik di Balai Kota Medan, Kamis (16/4/2026). Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi langkah percepatan reformasi birokrasi yang ditargetkan menghasilkan perubahan konkret dalam waktu singkat.
“Kalau dalam enam bulan tidak ada perubahan, pasti kami evaluasi,” tegas Rico Waas.
Baca Juga: Rico Waas Lepas 1.883 Jemaah Haji Medan: Jamaah Termuda 15 Tahun, Tertua 89 Tahun
Langkah ini menandai pendekatan baru Pemko Medan yang menuntut kinerja berbasis hasil (result-oriented governance), bukan sekadar administratif. Rico Waas menekankan, jabatan adalah amanah publik, bukan simbol kekuasaan.
Ia secara khusus menyoroti tiga sektor strategis yang harus segera dibenahi:
1. Parkir Liar Jadi Target Utama
Dinas Perhubungan diminta melakukan transformasi total sistem parkir. Praktik jukir liar yang selama ini dikeluhkan masyarakat harus dihapus.
“Tidak boleh ada lagi parkir liar. Pelayanan harus lebih baik dan tertib,” tegasnya.
Baca Juga: Rapat Pajak Roga Berastagi Ricuh, Warga Minta Fokus Stabilkan Harga Tani
2. Infrastruktur Dikebut Tanpa Tunda
Melalui Dinas SDABMBK, percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas. Mulai dari perbaikan jalan rusak, pembangunan trotoar, hingga penanganan banjir harus dikerjakan cepat dan terukur.
Rico menilai sektor ini selama ini stagnan dan membutuhkan akselerasi signifikan.
3. Literasi Harus Keluar dari Zona Nyaman
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan didorong bertransformasi menjadi motor penggerak literasi. Targetnya, menciptakan ekosistem belajar yang lebih menarik bagi generasi muda.
Baca Juga: Kapolres Karo Pimpin Sertijab: Dari Kapolsek hingga Pejabat Operasional
Selain tuntutan kinerja, Rico Waas juga mengingatkan agar tidak ada penyalahgunaan wewenang. Setiap kebijakan harus berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Jangan salah gunakan jabatan. Semua keputusan harus untuk warga Medan,” ujarnya.
ASN Dipantau KetatPemantauan kinerja akan dilakukan secara sistematis oleh BKPSDM. Pejabat yang menunjukkan performa baik berpeluang naik jabatan, sementara yang gagal akan dievaluasi.
Baca Juga: Jude Bellingham Frustrasi Cedera Berulang: Ritme Permainan Terganggu
Pelantikan ini juga mengisi posisi strategis, di antaranya:
- Benny Sinomba Siregar – Kadis Perpustakaan dan Kearsipan
- Khairul Azmi – Kadis SDABMBK
- Irsan Idris Nasution – Kadis Perhubungan
Dengan deadline enam bulan, Pemko Medan mengirim sinyal kuat bahwa era kerja lambat dan tanpa hasil tidak lagi ditoleransi.
Reformasi birokrasi kini diarahkan pada satu tujuan: perubahan nyata yang langsung dirasakan masyarakat. (rel)