Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ramadhan Fair XX Medan Ditutup, Transaksi UMKM Tembus Rp2,2 Miliar

Admin Metro Daily • Rabu, 18 Maret 2026 | 08:05 WIB

 

Wali Kota Medan Rico Waas didampingi Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap menutup Ramadhan Fair XX di kawasan Masjid Raya Al-Mashun, Senin (16/3/2026). Transaksi UMKM tercatat mencapai Rp2,2 miliar.
Wali Kota Medan Rico Waas didampingi Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap menutup Ramadhan Fair XX di kawasan Masjid Raya Al-Mashun, Senin (16/3/2026). Transaksi UMKM tercatat mencapai Rp2,2 miliar.

MEDAN, METRODAILY – Perputaran uang dalam gelaran Ramadhan Fair XX Tahun 1447 Hijriah di Kota Medan menembus angka Rp2,2 miliar.

Capaian ini menegaskan peran event tahunan tersebut sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kegiatan yang berlangsung sejak 25 Februari 2026 itu resmi ditutup Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas pada Senin (16/3/2026).

Penutupan digelar di kawasan Masjid Raya Al-Mashun dan Taman Sri Deli yang menjadi pusat kegiatan.

Didampingi Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Rico menyampaikan bahwa Ramadhan Fair bukan sekadar agenda rutin, melainkan telah berkembang menjadi identitas kota sekaligus ruang interaksi sosial dan spiritual masyarakat.

“Ramadhan Fair telah menjadi tradisi Kota Medan selama dua dekade. Ini bukan hanya perayaan religi, tetapi juga ruang kebersamaan masyarakat,” ujar Rico.

Dari sisi ekonomi, kontribusi UMKM menjadi sorotan utama. Sekitar 150 gerai kuliner dan puluhan stan kriya terlibat sepanjang penyelenggaraan, menciptakan ekosistem ekonomi berbasis masyarakat.

Berdasarkan data panitia, total transaksi mencapai Rp2,2 miliar dengan rata-rata penjualan sekitar Rp110 juta per hari.

Sementara itu, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 2.000 orang setiap harinya, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat.

Rico menegaskan, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa sektor UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Ramadhan Fair bukan hanya perayaan budaya dan religi, tetapi motor penggerak ekonomi kerakyatan,” katanya.

Selain aktivitas ekonomi, Ramadhan Fair juga diisi berbagai kegiatan keagamaan seperti tausiyah, lomba da’i cilik, azan, hafalan surah pendek, hingga peringatan Nuzulul Quran.

Rangkaian ini memperkuat fungsi event sebagai sarana syiar Islam selama bulan suci Ramadan.

Menutup kegiatan, Rico mengajak masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kepedulian sosial, kebersamaan, dan keikhlasan.

Ia berharap Ramadhan Fair ke depan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi terus berkembang sebagai ruang budaya, ekonomi, dan sosial yang inklusif bagi masyarakat Kota Medan. (Rel)

 

Editor : Admin Metro Daily
#ramadhan fair #Wali Kota Medan Rico Waas