MEDAN, METRODAILY – Penanganan banjir dan pembenahan infrastruktur menjadi sorotan utama dalam kunjungan reses Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) daerah pemilihan Sumut I dan Sumut II ke Kantor Wali Kota Medan, Rabu (11/2).
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima langsung rombongan legislator di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan. Pertemuan berlangsung dalam format dialog terbuka membahas persoalan strategis Kota Medan, terutama drainase, infrastruktur jalan, dan mitigasi banjir.
Dalam forum tersebut, anggota DPRD Sumut menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun selama masa reses. Keluhan paling dominan berkaitan dengan banjir yang masih berulang di sejumlah kawasan serta kondisi jalan yang rusak.
Baca Juga: Sidak Jelang Lebaran, Pemko Siantar Temukan Minyakita Dijual Rp17.000/Liter
Rico Waas mengakui, hampir satu tahun memimpin, Pemko Medan masih menghadapi tantangan besar dalam sektor infrastruktur dan pengendalian banjir.
“Kami membutuhkan masukan dari para anggota dewan yang menerima kritik dan saran masyarakat terkait jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kota Medan,” ujar Rico.
Ia menegaskan, persoalan banjir tidak bisa ditangani secara parsial, melainkan memerlukan koordinasi lintas wilayah dan kewenangan.
Wakil Ketua DPRD Sumut H. Salman Alfarisi bersama anggota DPRD Sumut Meryl Rouli Boru Saragih, Dameria Pangaribuan, Benny Harianto Sihotang, Defry Noval Pasaribu, dan M. Faisal menyatakan kesiapan mendukung Pemko Medan.
Baca Juga: Buku ‘Sejarah Perjuangan Masyarakat Siantar’ Resmi Diluncurkan, Masuk Sekolah dan Dibiayai APBD
Mereka menekankan, penanganan banjir membutuhkan sinergi antara pemerintah kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Sumut, hingga Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS), terutama dalam normalisasi sungai dan penguatan sistem drainase.
DPRD Sumut juga meminta agar langkah teknis penanganan banjir dipercepat dan diselaraskan dengan perencanaan pembangunan provinsi.
Program Prioritas 2026
Dalam kesempatan itu, Rico memaparkan sejumlah program prioritas Pemko Medan tahun 2026, antara lain:
-
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Terjun
-
Pembangunan sekolah rakyat di Tuntungan
-
Pengembangan koridor Bus Rapid Transit (BRT)
-
Program SPPG
-
Pembentukan Koperasi Merah Putih
-
Revitalisasi rumah sakit dan puskesmas
Baca Juga: Polda Sumut Cek Jalur Mudik Lebaran 2026 di Siantar, Begini Hasilnya
Selain itu, Pemko Medan memprioritaskan peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, pengurangan kemacetan, serta penguatan kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Mitigasi banjir akan difokuskan pada pembenahan drainase, normalisasi sungai, serta peningkatan kualitas infrastruktur jalan di titik rawan genangan.
Poskamling Diusulkan Dapat Anggaran
Dalam pertemuan tersebut, para legislator juga mengapresiasi kebijakan Pemko Medan yang mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling).
DPRD Sumut menyarankan agar pemerintah kota mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung operasional Poskamling guna memperkuat keamanan berbasis partisipasi masyarakat.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, ASN dan Pekerja Bisa WFA 5 Hari: Ini Jadwal dan Aturannya
Rico menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku.
Ia menegaskan, seluruh masukan hasil reses DPRD Sumut akan dipetakan berdasarkan kewenangan dan prioritas pembangunan daerah. (rel)