MEDAN, METRODAILY — Bantuan kemanusiaan berupa 30 ton beras dari Red Crescent Uni Emirat Arab (UEA) dipastikan tetap disalurkan kepada warga Kota Medan.
Bantuan tersebut dialihkan penyalurannya melalui organisasi kemanusiaan nonpemerintah Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), sesuai penunjukan langsung dari pihak pemberi bantuan.
Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan, pengalihan penyaluran dilakukan demi menjaga prinsip kehati-hatian dan transparansi, terutama karena bantuan berasal dari luar negeri.
“Bantuan tersebut sudah disalurkan ke MDMC sebagai NGO yang ditunjuk langsung oleh Red Crescent UEA,” ujar Rico, Selasa.
Baca Juga: Dari DPRD ke Kursi Ketua Partai: Peri Edisonta Sembiring Pimpin PDI-P Karo hingga 2030
Menurut Rico, langkah pengalihan itu kerap disalahpahami sebagai penolakan. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Medan tidak pernah menolak bantuan tersebut.
“Perlu digarisbawahi, bantuan ini bukan ditolak, melainkan dialihkan ke MDMC. Ini bentuk komitmen kami terhadap transparansi dan tata kelola bantuan kemanusiaan,” katanya.
Diserahkan Sejak 17 Desember
Keterangan Wali Kota Medan tersebut dibenarkan oleh Irsan Armadi, perwakilan MDMC. Ia menyatakan bahwa bantuan beras dari Red Crescent UEA telah secara resmi diserahkan kepada MDMC pada Rabu (17/12/2025).
“Bantuan sudah kami terima dari perwakilan Red Crescent UEA dan akan segera kami salurkan,” ujar Irsan.
Baca Juga: Disidang Belakangan, Etik Didahulukan: Kasus Oknum Polisi AHS Jadi Sorotan
Ia menambahkan, distribusi akan diprioritaskan kepada warga Medan yang membutuhkan, seiring masih tingginya kebutuhan pangan di sejumlah wilayah kota.
Dengan mekanisme ini, penyaluran bantuan internasional tetap berjalan tanpa hambatan, sekaligus memastikan akuntabilitas dan ketepatan sasaran dalam pendistribusian bantuan kemanusiaan. (rel)
Editor : Editor Satu