Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Wali Kota Medan Temukan Sungai Batuan Menyempit, Banjir Bisa Terulang

Editor Satu • Rabu, 10 Desember 2025 | 15:40 WIB

 

Wali Kota Medan, Rico Waas, meninjau kondisi Sungai Batuan yang menyempit di Jalan Sumber Amal, Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas, Selasa (9122025), didampingi Plt. Kepala Dinas SDA Gibson.
Wali Kota Medan, Rico Waas, meninjau kondisi Sungai Batuan yang menyempit di Jalan Sumber Amal, Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas, Selasa (9122025), didampingi Plt. Kepala Dinas SDA Gibson.

MEDAN, METRODAILY – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meninjau Sungai Batuan di Jalan Sumber Amal, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (9/12/2025).

Dari peninjauan lapangan, ia menemukan penyempitan aliran sungai akibat timbunan sampah, pecahan keramik, dan semak belukar, yang dinilai menjadi salah satu penyebab banjir di kawasan tersebut.

“Dulu lebar sungai ini 6,5 meter, lalu menyempit menjadi 4,5 meter, dan kini tinggal sekitar 2,5 meter. Ini akan kita lebarkan kembali minimal 4,5 meter,” kata Rico usai memeriksa lokasi. Ia menegaskan, perbaikan harus segera dilakukan agar kawasan ini tidak lagi tergenang.

Peninjauan dilanjutkan ke Green Park STM Ujung, di Jalan Inspeksi Kanal Medan Johor, berbatasan dengan Medan Amplas. Di titik ini, pintu air diduga mempersempit aliran air menuju kanal.

“Kita minta rekan-rekan BWS mempelajari kembali persoalannya. Ada percabangan aliran antara yang menuju kanal dan yang mengarah ke Sungai Batuan. Kemungkinan ada sedimentasi atau jalur air mati setelah melewati talang. Ini harus diperiksa supaya kita tahu penyebab backwater hingga air kembali ke Harjosari II,” jelasnya.

Rico menegaskan evaluasi sistem pembuangan air seluruh kota harus dilakukan menyeluruh dan proaktif, tanpa menunggu banjir terjadi. Semua drainase dan saluran pembuangan harus dipastikan tidak tersumbat atau mati.

Antisipasi Cuaca Ekstrem

Wali kota juga mengingatkan peringatan BMKG terkait potensi hujan ekstrem pada 8–15 Desember. “Mudah-mudahan tidak terjadi, tetapi kita tetap harus bersiap terhadap kemungkinan hujan lebat dan genangan,” ujar Rico.

Dalam menyoroti sungai kritis, ia menegaskan bahwa seluruh sungai besar di Medan perlu normalisasi, termasuk Sungai Belawan, Sungai Deli, Sungai Badera, serta Sungai Kera di kawasan KIM. Fokus tahun depan akan pada penanganan banjir dan mitigasi, termasuk penguatan BPBD.

Langkah Cepat Penanganan Banjir

Semua temuan lapangan akan segera ditindaklanjuti. Langkah-langkah mencakup:

  • Evakuasi dan logistik makanan

  • Pelayanan kesehatan masyarakat

  • Pembersihan lingkungan

  • Penyiapan peralatan dan pembentukan relawan

Rico Waas didampingi Plt. Kepala Dinas SDA Bina Marga Bina Konstruksi Gibson Panjaitan dan Plt. Camat Medan Amplas Fernanda dalam peninjauan ini. (rel)

 
Editor : Editor Satu
#Penyempitan sungai Medan #Wali Kota Medan Rico Waas #antisipasi banjir