MEDAN, METRODAILY — Banjir besar yang melanda Kota Medan dan sebagian wilayah Deliserdang sejak Kamis (27/11/2025) membuat ratusan warga terpaksa mengungsi.
Lonjakan jumlah pengungsi menyebabkan sejumlah hotel di Kota Medan mendadak kehabisan kamar.
Public Relations Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Jeni Carolina, mengatakan okupansi hotel pada Kamis malam mencapai 98 persen, dan 25 persen di antaranya merupakan tamu yang mengungsi akibat banjir.
“Sampai Subuh tadi masih banyak yang bertanya ketersediaan kamar. Mayoritas tamu yang mengungsi juga memperpanjang masa menginap,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Kondisi serupa terjadi di Hotel GranDhika Setiabudi Medan. Public Relations hotel tersebut, Nurul Fathia, menyebut seluruh kamar sudah sold out, dengan 30 persen tamu berasal dari warga yang terdampak banjir.
“Okupansi full sejak semalam, banyak yang mencari kamar karena rumahnya kebanjiran,” kata Nurul.
Warga Kesulitan Mencari Tempat Mengungsi
Banyak warga yang tidak kebagian kamar hotel setelah berkeliling hingga dini hari. Sebagian terpaksa mengungsi ke kantor, kafe, atau ke rumah kerabat.
“Aku sudah cari empat sampai lima penginapan, semua full. Air di rumah sudah sepinggang, jadi kami menginap di kantor saja,” kata Reva, warga Medan.
Hal serupa dialami Ani, warga Marelan. Ia bersama suami dan anaknya memilih bertahan di sebuah kafe di kawasan HM Yamin. “Sudah keliling tapi tak ada kamar kosong. Terpaksa di kafe nunggu surut,” katanya.
Rumah Warga di Riviera Terendam, Akses Keluar Terputus
Di Deliserdang, banjir juga merendam kawasan pemukiman, termasuk Perumahan Riviera, Tanjungmorawa.
Warga setempat, LV Ginting, mengatakan rumahnya terendam sejak Kamis malam. Selain air yang cepat naik, akses keluar perumahan juga sulit dilalui.
“Air sudah masuk ke rumah sejak malam. Jalan keluar perumahan juga tinggi airnya, jadi kami bingung mau mengungsi ke mana. Banyak tetangga yang mencoba cari hotel, tapi semua penuh,” ujar Lydia.
Ia menambahkan sebagian warga akhirnya memilih menumpang di rumah keluarga atau bertahan di lantai dua rumah masing-masing sambil menunggu banjir surut.
Banjir Meluas, Listrik Padam di Sejumlah Titik
Pantauan lapangan menunjukkan banjir masih merendam banyak wilayah di Medan hingga Jumat siang. Sejumlah ruas jalan gelap karena listrik padam, sementara antrean kendaraan mengular di jalur-jalur yang masih bisa dilalui.
Pemerintah Kota Medan dan Pemprov Sumut telah menyiapkan posko darurat di beberapa titik. Namun, tingginya gelombang warga yang memilih hotel sebagai tempat mengungsi membuat kapasitas akomodasi di kota itu tidak mencukupi.
Situasi diperkirakan belum pulih dalam satu hingga dua hari ke depan, mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Sumatera Utara. (Dtc/bbs/mea)
Editor : Editor Satu