Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Rico Waas Dukung Anak Muda Angkat Budaya Batak Lewat Jong Batak’s Arts Festival

Editor Satu • Jumat, 17 Oktober 2025 | 18:30 WIB

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi panitia Jong Batak’s Arts Festival 2025 dari Rumah Karya Indonesia di Balai Kota Medan, Kamis (16/10/2025).
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi panitia Jong Batak’s Arts Festival 2025 dari Rumah Karya Indonesia di Balai Kota Medan, Kamis (16/10/2025).

Wali Kota Medan Apresiasi Semangat Generasi Muda Hidupkan Seni Lokal di Tengah Arus Global

MEDAN, METRODAILY – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jong Batak’s Arts Festival (JBAF) 2025 yang akan berlangsung pada 18–28 Oktober di Taman Budaya Medan.

Dukungan tersebut disampaikannya saat menerima audiensi panitia festival dari Rumah Karya Indonesia (RKI) di Ruang Khusus Wali Kota, Kamis (16/10/2025).

Hadir dalam pertemuan itu Ketua RKI Marojahan Andrian Manalu dan Direktur Festival Andrin Manurung.

“Terima kasih kepada anak-anak muda yang terus memperjuangkan kebudayaan, yang sebenarnya adalah naluri daerah kita sendiri,” ujar Rico.

Ia menilai, di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, minat anak muda terhadap budaya lokal kian menurun.

Karena itu, festival seperti JBAF dinilainya penting untuk menghidupkan kembali kebanggaan terhadap budaya sendiri.

“Anak-anak muda sekarang lebih menyukai budaya luar, padahal kekayaan budaya kita luar biasa dan tak akan pernah habis digali. Idealnya, kebudayaan kita juga harus bisa berkembang ke luar,” katanya.

Rico menegaskan pentingnya menumbuhkan rasa percaya diri terhadap identitas budaya. Ia mencontohkan daerah-daerah lain yang sukses mendunia lewat eksplorasi budaya lokal.

“Kita harus mampu mengglorifikasi kebudayaan sendiri. Tinggal bagaimana menyesuaikan dengan frekuensi anak muda masa kini, misalnya melalui eksplorasi musik Batak dengan warna kontemporer,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan JBAF dapat menjadi ruang inklusif bagi seniman muda Medan untuk berkreasi dan menampilkan ide-ide segar yang bisa diterima masyarakat luas.

“Ini soal ide dan kesempatan. Semoga festival ini jadi ruang untuk menemukan formula terbaik menarik minat generasi muda,” imbuhnya.

Rico optimistis para seniman Medan memiliki daya cipta setara dengan tokoh seni dunia.
“Seni kita juga harus bisa masuk ke ruang-ruang inklusif dan diterima luas,” tegasnya.

Festival Angkat Isu Budaya dan Ketahanan Pangan

Ketua Rumah Karya Indonesia Marojahan Andrian Manalu (Ojax) menjelaskan, Jong Batak’s Arts Festival merupakan festival budaya tahunan yang sudah digelar sejak 2014 dan kini memasuki edisi ke-12.

“Tahun ini kami mengangkat tema ‘Kebudayaan sebagai Gerakan Kolektif Ketahanan Pangan’ sebagai bentuk kontribusi budaya terhadap tantangan dunia,” kata Ojax.

Festival ini, lanjutnya, menampilkan ritus budaya, pertunjukan seni, pameran, pemutaran film, diskusi, dan kampanye kreatif dengan melibatkan seniman lokal serta nasional.

Selain itu, akan digelar pasar pangan dan kreasi lokal, serta panggung kolaborasi seni tradisi dan modern untuk menarik minat generasi muda.

“Kami berharap Pak Wali Kota bisa hadir dalam pembukaan 18 Oktober nanti. Dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk menumbuhkan ekosistem kebudayaan di Sumatera Utara,” ujarnya.

Ojax menambahkan, JBAF juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kembali semangat Jong Batak tahun 1926—gerakan pemuda Batak yang ikut merumuskan Sumpah Pemuda.

“Festival ini kami rancang untuk menumbuhkan identitas, nasionalisme, dan kebanggaan budaya di kalangan anak muda,” jelasnya.

Tahun ini, JBAF didukung oleh Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan LPDP. Selain agenda lokal, festival juga akan menghadirkan kolaborasi internasional dari negara-negara Asia Tenggara untuk berbagi pengetahuan dan apresiasi budaya. (Rel)

Editor : Editor Satu
#Jong Bataks Arts Festival #Wali Kota Medan Rico Waas