MEDAN, METRODAILY — Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang digelar Anggota DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini, akhir pekan lalu di Kecamatan Medan Marelan, bukan sekadar ajang seremonial.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari seribu warga itu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menguji sejauh mana regulasi kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya.
Tia menekankan pentingnya masyarakat memahami sistem kesehatan daerah, sembari mengingatkan bahwa urusan kesehatan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah.
“Menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah sudah memiliki sistem, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” ujar Tia di hadapan peserta.
Akan tetapi pertanyaan warga justru menyingkap persoalan mendasar. Farida Hanum, misalnya, mengaku masih bingung soal mekanisme penggunaan Universal Health Coverage (UHC) untuk berobat jalan. Sementara Fikri, warga lain, mempertanyakan nasib masyarakat ber-KTP luar Medan dalam sistem ini.
Menjawab keresahan itu, Tia menyarankan warga tetap memanfaatkan Puskesmas. Ia bahkan berjanji turun tangan langsung jika layanan kesehatan dasar tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Kalau hanya berobat jalan, silakan ke Puskesmas. Tapi bila pelayanannya tidak baik, laporkan ke saya. Akan saya tindaklanjuti melalui DPRD,” tegasnya.
Tia juga menyinggung program nasional yang digagas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar. Program itu, kata dia, memberi dampak nyata bagi kesehatan siswa, dari pola makan hingga kebugaran fisik.
“Ada siswa yang mengaku penglihatannya membaik, ada juga yang berat badannya kini lebih ideal,” ucapnya.
Meski demikian, catatan kritis tetap muncul. Mengingat keberadaan perda dan program kesehatan tidak serta-merta menghapus keluhan warga, terutama soal akses dan kualitas layanan. Fakta bahwa masyarakat masih harus melapor ke legislatif jika tidak dilayani dengan baik menunjukkan ada celah dalam implementasi kebijakan.
Sosper yang dilaksanakan Sabtu (27/9) dan Minggu (28/9), di Jalan Jagung Lingkungan VIII Kelurahan Terjun, Medan Marelan, itu ditutup dengan doa bersama dan pembagian seminar kit itu dihadiri tokoh masyarakat setempat. (rel/pwh)
Editor : Prans Metro