MEDAN, METRODAILY — Genangan air yang tak kunjung surut menjadi mimpi buruk warga Jalan Mandala By Pass Simpang Jalan Pukat Banting 2, Medan Tembung. Drainase yang dangkal dan tersumbat membuat air hujan kerap meluap ke jalan bahkan masuk ke rumah warga. Keluhan demi keluhan akhirnya mendapat perhatian dari wakil rakyat.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Lailatul Badri, turun langsung meninjau lokasi pada Selasa (29/4) sore. Politisi PKB yang akrab disapa Lela ini menyaksikan langsung betapa parahnya kondisi saluran air di kawasan tersebut.
“Kita lihat sendiri, pendangkalan dan penyumbatan parit membuat air tidak mengalir sebagaimana mestinya. Jika tidak segera ditangani, ini bisa menimbulkan kerugian besar bagi warga,” ujar Lela kepada wartawan usai peninjauan.
Lela pun tak tinggal diam. Di lokasi, ia langsung menghubungi Plt Kadis Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan, untuk mendesak agar tim teknis segera diturunkan.
“Kita sudah koordinasi, dan pihak dinas menyatakan akan segera mengecek langsung kondisi di lapangan. Kita tunggu realisasi dan langkah nyata dari mereka,” ucapnya di hadapan warga yang antusias menyambut kedatangannya.
Turut hadir dalam peninjauan itu Kepala Lingkungan 13, Ahmad Tohir Nasution. Ia mengungkapkan bahwa banjir kecil ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.
“Sudah tiga minggu air dari parit ini tergenang. Kalau hujan deras sedikit saja, air langsung meluap masuk ke rumah-rumah,” katanya.
Ahmad juga menyebutkan bahwa terakhir kali drainase dibersihkan adalah pada 2021. Sejak saat itu, tak ada lagi perawatan atau pengorekan saluran, membuat endapan lumpur dan sampah menumpuk.
Warga berharap, perhatian dari anggota dewan dan langkah cepat dari dinas terkait bisa membawa solusi nyata.
“Kami hanya ingin hidup tenang tanpa dihantui banjir setiap kali hujan,” ucapnya. (pwh)
Editor : Prans Metro