Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Program ‘Sampah Jadi Pulsa’ Hadir di USU, Indosat: Bangun Awareness Lingkungan!

Editor Satu • Selasa, 3 Desember 2024 | 18:08 WIB

 

Agus Sulistio, EVP – Head of Circle Sumatra (4 dari kiri), saat peluncuran ‘Sampah Jadi Pulsa’, di Gelanggang Mahasiswa USU, Selasa (3/12/2024).
Agus Sulistio, EVP – Head of Circle Sumatra (4 dari kiri), saat peluncuran ‘Sampah Jadi Pulsa’, di Gelanggang Mahasiswa USU, Selasa (3/12/2024).

MEDAN, METRODAILY – Inisiatif ‘Sampah Jadi Pulsa’ kini hadir di kota Medan, tepatnya di Universitas Sumatera Utara. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) di pilar lingkungan. Tujuannya, mengatasi permasalahan sampah plastik melalui konversi sampah menjadi pulsa bagi masyarakat yang berpartisipasi.

“Program yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 ini adalah bentuk kepedulian Indosat Ooredoo Hutchison terhadap lingkungan dan generasi muda Indonesia. Kami ingin menciptakan solusi yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat, terutama di kalangan mahasiswa yang merupakan calon pemimpin masa depan. Intinya adalah membangun awareness,” kata Agus Sulistio, EVP – Head of Circle Sumatra, saat peluncuran ‘Sampah Jadi Pulsa’, di Gelanggang Mahasiswa USU, Selasa (3/12/2024).

Melalui ‘Sampah Jadi Pulsa,’ Indosat berharap dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah sekaligus memberikan dukungan digital yang bermanfaat bagi mahasiswa.

Adapun program “Sampah Jadi Pulsa” ini mengajak mahasiswa dan seluruh sivitas akademika USU untuk mengumpulkan sampah plastik dan sampah non-organik lainnya, yang nantinya akan dikonversi menjadi pulsa Indosat. Inisiatif ini bertujuan tidak hanya untuk mengurangi volume sampah di kampus, tetapi juga untuk memberikan manfaat langsung kepada para peserta dalam bentuk pulsa, yang kini menjadi kebutuhan esensial dalam mendukung kegiatan belajar dan komunikasi.

“Caranya, peserta dapat mengumpulkan sampah plastik, botol bekas, dan jenis sampah non-organik lainnya melalui Reverse Vending Machine (RVM) di Gedung Fisip USU. Setiap kilogram sampah yang terkumpul akan dikonversi menjadi pulsa, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan,” kata Agus.

Proses pengolahan dan konversi sampah ini akan melibatkan mitra daur ulang local, untuk memastikan sampah dapat diolah secara bertanggung jawab. Dalam hal ini, Indosat bekerjasama dengan Fakultas Teknik USU untuk memanfaatkan sampah plastic tersebut, baik untuk bahan penelitian maupun untuk direcycle menjadi barang lain yang punya nilai tambah.

Peluncuran ‘Sampah jadi Pulsa’ ini didukung oleh sejumlah duta mahasiswa USU, yang diharapkan menjadi influencer pemanfaatan boks ‘Sampah jadi Pulsa’ ini di kalangan mahasiswa USU. “Sebenarnya, program ini terbuka untuk umjum, tidak hanya untuk mahasiswa USU saja. Jadi siapapun boleh memasukkan sampah plastic ke mesin untuk dikonversi menjadi pulsa,” kata Agus.

Program ini mendapat sambutan positif dari pihak Universitas Sumatra Utara. Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos. M.Si, Rektor Universitas Sumatera Utara menyatakan, inisiatif ini sejalan dengan visi universitas kami untuk menciptakan kampus hijau yang mendukung lingkungan berkelanjutan. “Kami mengapresiasi langkah Indosat yang secara aktif membantu mewujudkan program-program yang berdampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat luas,” katanya.

Sejak diluncurkan, program ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 23.000 botol plastik—setara dengan 437 kg plastik—dan mengonversinya menjadi pulsa digital senilai Rp 14 juta, dengan partisipasi dari 1.032 pengguna. Keberhasilan program ini menunjukkan komitmen Indosat yang berkelanjutan dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi limbah plastik sekaligus mempromosikan praktik lingkungan yang berkelanjutan.

Selain memberikan manfaat langsung dalam bentuk pulsa, program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi aktif dari mahasiswa juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi komunitas yang lebih luas untuk menerapkan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Indosat Ooredoo Hutchison terus berkomitmen dalam menghadirkan inisiatif-inisiatif yang tidak hanya mendukung digitalisasi dan konektivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan alam dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pentingnya pelestarian lingkungan telah diterapkan di Indosat. Mulai dari efisiensi penggunaan energi, konversi sampah plastik menjadi pulsa. Dan seterusnya. Total ada 14 kampus di Indonesia yang mendapatkan mesin ‘Sampah jadi Pulsa’ ini. Di Sumatera ada Universitas Sriwijaya dan USU yang kebagian,” katanya. (mea/rel)

Editor : Editor Satu
#Indosat Ooredo Hutchison #Sampah Jadi Pulsa