MEDAN, METRODAILY — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Medan mempertanyakan sejumlah permasalahan terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Salah satunya soal realisasi penanggulangan masalah pengangguran, pertumbuhan ekonomi, dan permasalahan lainnya.
"Bagaimana upaya Pemerintah Kota Medan dalam menanggulangi masalah pengangguran di Kota Medan? Mengingat data yang kami terima, tingkat pengangguran terbuka tahun 2024 sebesar 8,3 persen - 8,4 persen," ujar Rudiawan Sitorus saat membacakan pemandangan umum fraksinya dalam sidang paripurna Penjelasan Kepala Daerah terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kota Medan tentang RAPBD Kota Medan TA. 2025, Senin sore (19/8/2024).
Kesungguhan Pemko Medan dalam menjalankan program peningkatan ekonomi secara konkret, turut dipertanyakan FPKS. Dalam RAPBD 2025, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Kota Medan mengalami kenaikan sebesar maksimal 0.4 persen.
"Upaya apa saja yang akan dilakukan oleh Pemko Medan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi? Dan apa saja program konkret dalam meningkatkan perekonomian di Kota Medan?" ujarnya.
Pihaknya turut menyampaikan sejumlah hal, antara lain terkait realisasi RPJMD Kota Medan 2021-2026, penurunan proyeksi pendapatan daerah di RAPBD 2025, serta proyeksi belanja daerah di RAPBD 2025 yang lebih rendah dari 2024.
"Apa yang menjadi kajian dan pertimbangan yang menyebabkan penurunan proyeksi pendapatan daerah ini, apalagi pada RAPBD 2024 diproyeksikan 7,46 triliun lebih sedangkan RAPBD 2025 diproyeksikan Rp7,27 triliun lebih. Kemudian terkait Belanja Daerah 2025 yang diproyeksikan Rp7,3 triliun lebih mengingat pada 2024 Rp7,99 T. Apakah ini juga sudah dibuat kajian ilmiah terhadap belanja daerah yang akan dikeluarkan, serta pembangunan apa yang berkurang dari tahun sebelumnya," kata Rudiawan.
Sesuai dengan Nota Kesepakatan KUA-PPAS, maka struktur RAPBD Kota Medan TA. 2025: Pendapatan Daerah diproyeksikan sebesar Rp7,27 triliun lebih: Belanja Daerah diproyeksikan sebesar Rp7,34 triliun lebih: dan Pembiayaan Netto diproyeksikan sebesar Rp70 miliar. (*)
Editor : Prans Metro