HONG KONG, METRODAILY — Sebuah studi besar yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association menemukan bahwa konsumsi suplemen kalsium pada penderita penyakit kardiovaskular dikaitkan dengan peningkatan risiko kejadian jantung berulang.
Risiko itu melonjak hingga 21 persen ketika kalsium dikonsumsi tanpa vitamin D.
Studi retrospektif berskala besar ini dilakukan di Hong Kong terhadap warga berusia 40 tahun ke atas yang pertama kali didiagnosis menderita penyakit kardiovaskular antara 2006 dan 2015.
Baca Juga: Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Dudung Jadi KSP dan Jumhur Hidayat Menteri LH
Setelah penyesuaian statistik, analisis akhir mencakup 17.720 pasien yang menerima suplemen kalsium dan 17.720 pasien serupa yang tidak menerimanya.
Para peneliti menemukan bahwa konsumsi suplemen kalsium dikaitkan dengan peningkatan risiko kekambuhan kejadian kardiovaskular utama sebesar 10 persen, serta peningkatan risiko rawat inap atau kunjungan ke instalasi gawat darurat karena masalah jantung dan pembuluh darah sebesar 16 persen.
Kejadian berulang yang dimaksud mencakup serangan jantung, stroke, dan penyakit jantung koroner.
Temuan paling mencolok adalah perbedaan risiko berdasarkan kombinasi suplemen. Ketika kalsium dikonsumsi sendiri tanpa vitamin D, risiko kejadian kardiovaskular berulang meningkat 21 persen.
Baca Juga: Polisi Gerebek Peredaran Sabu di Simpang Marbau Labura, 1 Kurir Ditangkap 1 Kabur
Sebaliknya, ketika kalsium dikombinasikan dengan vitamin D, tidak ditemukan peningkatan risiko yang signifikan secara statistik.
Studi ini juga mencatat perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Pada pria yang mengonsumsi suplemen kalsium, risiko kejadian berulang meningkat 15 persen, sementara pada perempuan hanya 7 persen.
Selain itu, semakin tinggi dosis yang dikonsumsi, semakin tinggi pula risikonya, dengan risiko tertinggi teramati pada dosis harian 1.000 mg ke atas khususnya tanpa vitamin D.
Baca Juga: Kalahkan Banyak Kota Besar, Tanjungbalai Raih Juara 2 Nasional Penurunan Pengangguran
Para peneliti menduga mekanisme di balik temuan ini berkaitan dengan lonjakan kadar kalsium dalam darah secara cepat setelah suplemen dikonsumsi. Lonjakan tersebut diduga berkontribusi pada pembekuan darah, kalsifikasi pembuluh darah, dan proses terkait aterosklerosis.
Vitamin D diyakini berperan memoderasi penyerapan kalsium sekaligus memberikan efek menguntungkan pada dinding pembuluh darah.
Meski demikian, para peneliti menegaskan temuan ini berasal dari studi observasional sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Keterbatasan lain mencakup minimnya data soal suplemen yang dibeli tanpa resep serta asupan kalsium dari makanan sehari-hari.
Baca Juga: Bupati Batu Bara Hadiri Penutupan Dikmaba TNI AD di Siantar, Putra Daerah Raih Prestasi Terbaik
Para ahli menekankan bahwa temuan ini bukan alasan untuk menghentikan konsumsi suplemen kalsium secara sepihak, terutama bagi pasien yang membutuhkannya secara medis seperti penderita osteoporosis.
Namun bagi penderita riwayat serangan jantung, stroke, atau penyakit jantung signifikan, konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen kalsium dinilai sangat penting, termasuk untuk menentukan dosis yang tepat dan mempertimbangkan kombinasi dengan vitamin D. (Dr. Dalit Draiman-Medina/Reuters)
Editor : Editor Satu