Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bukan Sekadar Pendingin, AC Modern Disebut Mampu Tekan Risiko ISPA di Tengah Polusi Udara

Editor Satu • Selasa, 30 Desember 2025 | 16:24 WIB
Ilustrasi pendingin udara (AC) modern dengan teknologi penyaring udara yang mampu membantu menjaga kualitas udara dalam ruangan.
Ilustrasi pendingin udara (AC) modern dengan teknologi penyaring udara yang mampu membantu menjaga kualitas udara dalam ruangan.

MEDAN, METRODAILY – Meningkatnya polusi udara di kota-kota besar Indonesia mendorong perhatian serius terhadap kesehatan pernapasan masyarakat.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat masih menjadi salah satu penyakit dengan angka kejadian tertinggi, terutama pada anak-anak dan lansia.

Kondisi tersebut membuat kualitas udara di dalam ruangan, tempat masyarakat menghabiskan sebagian besar aktivitas harian, menjadi isu penting.

Seiring perkembangan teknologi, pendingin udara atau air conditioner (AC) kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyejuk, tetapi juga berperan dalam menjaga kebersihan udara.

AC modern saat ini banyak dilengkapi teknologi pemurnian udara, seperti filter HEPA, sistem ionisasi, dan sirkulasi pintar yang mampu menyaring debu, polutan, hingga alergen.

Fitur ini dinilai berkontribusi dalam menekan risiko gangguan pernapasan akibat paparan udara kotor.

Peneliti bidang kesejahteraan rakyat DPR RI, Rahmi Yuningsih, menyebut polusi udara memiliki korelasi kuat dengan meningkatnya prevalensi ISPA.

“Polusi udara yang tinggi terbukti meningkatkan prevalensi ISPA. Upaya menjaga udara bersih di dalam ruangan, termasuk melalui teknologi AC dengan filter udara, dapat menjadi langkah preventif yang signifikan,” ujar Rahmi.

Menurutnya, keberadaan AC dengan sistem penyaringan udara dapat membantu menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat, terutama di wilayah dengan tingkat polusi kronis.

Namun, Rahmi menegaskan penggunaan AC tetap harus dibarengi dengan upaya lain.

“AC dengan filter udara memang membantu, tetapi tetap harus diimbangi dengan ventilasi alami, penggunaan masker saat polusi tinggi, dan gaya hidup sehat,” katanya.

Sejalan dengan kondisi tersebut, tren konsumen juga menunjukkan pergeseran. Survei pasar mencatat masyarakat kini lebih mempertimbangkan fitur kesehatan pada AC dibanding sekadar efisiensi energi.

Produsen pun berlomba menghadirkan AC dengan klaim air purifier built-in untuk menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan.

Ke depan, teknologi AC diprediksi akan semakin ramah lingkungan, dengan pemanfaatan energi surya, penggunaan refrigeran rendah emisi, serta integrasi Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan kualitas udara secara real-time.

Dalam konteks ini, pemilihan AC yang tepat menjadi faktor krusial. Tidak semua perangkat memiliki kemampuan yang sama dalam menyaring polutan atau menjaga kelembapan ruangan.

Konsumen disarankan mempertimbangkan aspek kesehatan, efisiensi energi, serta kondisi lingkungan tempat tinggal.

Nah, AC terbaik dari daikin.co.id, patut jadi solusi pemenuhan solusi tata udara premium dengan rancang desain estetis. Serta kemampuan memberi kenyamanan pada peningkatan sirkulasi udara sejuk dan bersih.

Dengan kombinasi teknologi yang tepat, perilaku hidup sehat, serta kebijakan lingkungan yang mendukung, udara bersih di dalam ruangan diharapkan bukan lagi sekadar harapan, melainkan kebutuhan yang terpenuhi setiap hari. (Rel)

Editor : Editor Satu
#Ac daikin #AC terbaik