Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Lingkar Perut Lebih Akurat Prediksi Risiko Kanker pada Pria Dibandingkan BMI

Editor Satu • Selasa, 25 Maret 2025 | 13:10 WIB

Pria berperut buncit.
Pria berperut buncit.

MALMO, METRODAILYA – Studi terbaru dari Lund University, Swedia, mengungkap bahwa ukuran lingkar perut lebih akurat dalam memprediksi risiko kanker pada pria dibandingkan indeks massa tubuh (BMI).

Penelitian ini menganalisis data kesehatan 339.190 orang selama periode 1981-2019.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.185 individu didiagnosis dengan kanker yang terkait obesitas dalam rata-rata 14 tahun masa pemantauan.

Para peneliti menemukan bahwa pria dengan tambahan lebih dari 10 cm pada lingkar perutnya memiliki kemungkinan 25% lebih tinggi terkena kanker.

Sementara itu, peningkatan BMI dalam skala yang sama hanya meningkatkan risiko sebesar 19%.

Selama ini, BMI digunakan secara luas sebagai indikator obesitas dan faktor risiko kanker.

Namun, penelitian ini memperkuat kritik terhadap BMI yang dinilai kurang akurat karena tidak memperhitungkan distribusi lemak tubuh.

Dalam kasus pria, lemak lebih cenderung menumpuk di sekitar perut, yang berhubungan dengan risiko kanker lebih tinggi.

Sementara pada wanita, distribusi lemak lebih merata di seluruh tubuh, sehingga perbedaan antara BMI dan lingkar perut tidak terlalu signifikan dalam memprediksi risiko kanker.

Sebelumnya, Komisi Obesitas Klinis juga merekomendasikan redefinisi obesitas yang tidak hanya bergantung pada BMI, tetapi juga mempertimbangkan faktor lain seperti kadar lemak tubuh dan kondisi kesehatan individu.

Hasil penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dalam menilai risiko kanker akibat obesitas, terutama bagi pria yang memiliki kelebihan lemak di area perut. (Dal)

Editor : Editor Satu
#lingkar perut #risiko kanker #bmi