LAS VEGAS, METRODAILY – Seniman asal Amerika Serikat, James Stanford, mengungkapkan sisi spektakuler sekaligus mengerikan dari uji coba bom nuklir dalam karya seni terbarunya, Atomic Series.
Stanford, yang tumbuh di Las Vegas, Nevada, dekat lokasi lebih dari 200 uji coba nuklir di atas tanah pada era 1950-an dan 1960-an, menggabungkan keindahan visual dengan trauma masa kecilnya dalam serangkaian karya seni berbasis fotografi interpretatif.
Dalam pameran terbaru di Atomic Museum, Las Vegas, empat karyanya dipamerkan, termasuk Nuke Image Circle (2024), yang menampilkan pola kaleidoskopik dengan pusat bercahaya, mencerminkan daya tarik sekaligus ancaman senjata nuklir.
Baca Juga: Ternyata, Jepang Negara dengan Waktu Tidur Terpendek di Dunia
Sebelum berkarier sebagai seniman, Stanford pernah bekerja sebagai ilustrator teknis untuk Komisi Energi Atom AS, yang semakin memperdalam pemahamannya tentang dampak senjata nuklir.
"Dengan Atomic Series, saya ingin menunjukkan keindahan dan kengerian bom atom," ujarnya. Karya-karyanya kini dihimpun dalam buku The Atomic Kid, yang menampilkan 21 karya bertema nuklir.
Dalam bukunya, Stanford mengenang bagaimana uji coba bom nuklir memengaruhi kehidupannya. Ia menyaksikan langsung awan jamur yang, meskipun indah, menyisakan ketakutan mendalam.
Baca Juga: Rusia Gunakan Bitcoin dan USDt untuk Perdagangan Minyak dengan China dan India
Bahkan, tiga kali ledakan uji coba menyebabkan jendela rumahnya retak akibat getaran dahsyat.
Salah satu karyanya, Nuclear Color (2024), merepresentasikan warna-warna langit Mojave Desert yang berubah akibat efek nuklir, menciptakan pemandangan yang indah sekaligus menyimpan ancaman laten.
Melalui Atomic Series, Stanford tidak hanya menghidupkan kembali kenangan masa kecilnya, tetapi juga mengajak audiens untuk merenungkan konsekuensi dahsyat senjata nuklir bagi kemanusiaan. (newscientis)
Editor : Editor Satu