TOKYO, METRODAILY – Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa penduduk Jepang memiliki durasi tidur terpendek dibandingkan negara lain yang disurvei, meski memiliki pola tidur yang paling teratur.
Laporan yang dirilis pada World Sleep Day, Jumat (14/3), oleh Pokemon Sleep, aplikasi pelacak tidur yang populer sejak 2023, menunjukkan bahwa rata-rata penduduk Jepang tidur 7 jam 1 menit di hari kerja dan 7 jam 28 menit di akhir pekan.
Angka ini merupakan yang terendah di antara 17 juta pengguna dari tujuh negara yang dianalisis: Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang.
Sebagai perbandingan, rata-rata waktu tidur di negara-negara tersebut mencapai 7 jam 39 menit di hari kerja dan 8 jam 6 menit di akhir pekan.
Meskipun tidur lebih sedikit, penduduk Jepang memiliki pola tidur paling konsisten antara hari kerja dan akhir pekan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mengalami lebih sedikit kasus jet lag sosial – gangguan akibat perubahan jadwal tidur yang tidak teratur.
Menurut pakar tidur Masashi Yanagisawa, jet lag sosial terjadi ketika terdapat keterlambatan lebih dari satu jam dalam mid-sleep time (titik tengah antara waktu tidur dan bangun).
Fenomena ini dapat menyebabkan kelelahan di siang hari, serupa dengan jet lag akibat perjalanan lintas zona waktu.
Baca Juga: Real Madrid Siapkan Rp1,7 Triliun Demi Striker Tajam Viktor Gyokeres
Studi menemukan bahwa lebih dari 1 dari 4 orang di dunia mengalami jet lag sosial, namun kasus ini paling jarang terjadi di Jepang. Hanya 16,5% pengguna di Jepang yang mengalami keterlambatan mid-sleep time lebih dari satu jam, jauh di bawah rata-rata global 26,1%.
Namun, gangguan ini lebih umum terjadi di kalangan generasi muda Jepang, terutama mereka yang berusia 16 hingga 19 tahun.
Temuan ini diperkuat oleh studi terpisah dari ResMed, perusahaan peralatan medis global, yang juga merilis laporan untuk World Sleep Day.
Baca Juga: Mahasiswa Pilih AI untuk Menulis dan Riset Akademik
Studi yang melibatkan 30.000 responden di 13 negara pada Desember 2024 ini menempatkan Jepang sebagai negara dengan rata-rata waktu tidur terendah selama tiga tahun berturut-turut, yakni hanya 6 jam 56 menit per hari.
Sekitar sepertiga responden di Jepang melaporkan kesulitan tidur setidaknya tiga kali seminggu, dengan faktor utama adalah stres dan kecemasan. Penduduk Jepang, bersama penduduk China, menjadi kelompok yang paling banyak menyebut kondisi kesehatan mental sebagai penyebab utama gangguan tidur.
Temuan ini menyoroti bahwa meskipun penduduk Jepang memiliki jadwal tidur yang lebih teratur, tingkat stres dan kecemasan yang tinggi dapat berdampak serius pada kualitas tidur mereka. (japantimes)
Editor : Editor Satu