Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Detektif Swasta Banyak Disewa Ungkap Perselingkuhan

Editor Satu • Selasa, 18 Februari 2025 | 12:30 WIB

Detektif swasta makin diminati untuk ungkap dugaan kasus perselingkuhan - Ilustrasi.
Detektif swasta makin diminati untuk ungkap dugaan kasus perselingkuhan - Ilustrasi.

JAKARTA, METRODAILY – Profesi detektif swasta yang dulu hanya terdengar dalam cerita fiksi kini semakin nyata dan diminati, terutama di kota-kota besar. Permintaan jasanya kian meningkat, dengan sekitar 90 persen klien menggunakan layanan ini untuk mengungkap dugaan perselingkuhan.

Kecurigaan terhadap pasangan selingkuh sering kali berakhir dalam ketidakpastian. Namun, bagi mereka yang ingin kepastian, menyewa detektif swasta menjadi pilihan. Jessica, seorang detektif swasta yang telah berkarier sejak 2013, mengatakan bahwa kasus perselingkuhan mendominasi permintaan kliennya.

“Hampir 90 persen kasus yang kami tangani berkaitan dengan perselingkuhan,” ungkap Jessica kepada Jawa Pos pekan lalu.

Selain itu, detektif swasta juga kerap menangani investigasi karyawan dan urusan bisnis. Namun, Jessica mengungkapkan bahwa menyelidiki perselingkuhan bukan perkara mudah. Dibutuhkan kesabaran, kejelian, dan strategi yang matang untuk mengumpulkan bukti, mulai dari pengintaian langsung hingga analisis digital.

“Dulu teknologi belum secanggih sekarang. Kamera ponsel belum terlalu bagus, jadi kami masih pakai kamera digital kecil. Mencari alamat juga sulit karena Google Maps belum seperti sekarang. Kalau mau tahu lokasi, ya harus bertanya langsung ke orang-orang,” kenangnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Jessica dan timnya yang tergabung dalam detektifindonesia.com selalu mengutamakan kerahasiaan klien. Para kliennya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat umum, pengusaha, hingga selebriti.

“Kami tidak sembarangan menerima kasus atau merekrut orang baru dalam tim,” tegasnya.

Selain profesionalisme, menjaga informasi tetap rahasia juga menyangkut keselamatan. “Kami harus memastikan bahwa hasil investigasi hanya diketahui oleh klien. Kalau bocor, bisa berbahaya, baik bagi kami maupun klien itu sendiri,” kata Jessica.

Sebelum menerima kasus, Jessica dan timnya selalu melakukan profiling terhadap klien. Mereka ingin memastikan bahwa klien benar-benar siap menerima hasil investigasi. “Kadang ada klien yang emosional dan tidak bisa menerima kenyataan. Itu yang kami hindari karena bisa berujung pada tindakan yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Kasus-Kasus Unik dan Tantangan Profesi

Dari pengalamannya, Jessica mengungkapkan bahwa tren perselingkuhan juga mengalami perubahan. Setelah pandemi Covid-19, kasus perselingkuhan sesama jenis semakin meningkat.

“Banyak pasangan yang baru sadar setelah sekian lama bahwa pasangannya ternyata memiliki hubungan dengan sesama jenis,” ujarnya.

Tak hanya itu, ada kasus yang terpaksa dihentikan karena kejadian di luar dugaan. Salah satunya terjadi ketika mereka sedang menginvestigasi seseorang yang diduga berselingkuh, tetapi mengalami berbagai kejadian aneh.

“Anggota tim tiba-tiba sakit tanpa alasan yang jelas, alat pemantauan mengalami gangguan, dan beberapa kejadian lain yang sulit dinalar. Akhirnya, kami memutuskan untuk menghentikan investigasi tersebut,” ungkapnya.

Namun, sebagian besar kasus tetap bisa diselesaikan dengan hasil yang memuaskan. Jessica menekankan bahwa dalam setiap investigasi, kesabaran adalah kunci.

“Tidak semua bukti bisa didapat dalam satu atau dua hari. Ada kasus yang selesai dalam hitungan minggu, ada juga yang butuh waktu lebih lama. Semua tergantung kondisi di lapangan,” jelasnya.

Mengenai biaya, Jessica menyebut tidak ada harga pasti karena setiap kasus memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Ada investigasi yang hanya membutuhkan pengawasan satu atau dua hari, tetapi ada juga yang harus dipantau selama berminggu-minggu.

“Semakin lama pengawasan, semakin banyak bukti yang bisa dikumpulkan. Tapi di sisi lain, risikonya juga semakin tinggi,” katanya.

Salah satu tantangan terbesar dalam profesi ini adalah jika harus berurusan dengan individu yang memiliki kuasa atau uang. “Kadang bukan mereka langsung yang turun tangan, tetapi pihak lain yang bekerja untuk mereka,” bebernya.

Meski penuh tantangan, Jessica tetap menikmati profesinya sebagai detektif swasta. Baginya, pekerjaan ini bukan hanya tentang membongkar perselingkuhan, tetapi juga membantu klien menemukan kepastian dalam hidup mereka.

“Banyak klien yang akhirnya lebih tenang setelah mendapatkan jawaban yang selama ini mereka cari. Selama masih ada ketidakpastian dalam hubungan dan bisnis, profesi ini akan tetap ada,” tutupnya. (*/c19/ttg/jp)

Editor : Editor Satu
#detektif swasta #perselingkuhan