METRODAILY - Kentut atau buang angin identik dengan bau tidak sedap, bahkan busuk. Namun ternyata tidak semua kentut berbau. Mengapa demikian?
Kentut merupakan hasil dari aktivitas sistem pencernaan dan bakteri baik di usus. Rata-rata orang kentut 20 kali per hari. Frekuensi buang angin ini bisa lebih banyak ketika mengonsumsi makanan mengandung gas tinggi, berada di daerah dingin, atau sedang mengalami gangguan pencernaan.
Sementara itu, bau atau tidaknya kentut dipengaruhi oleh banyak hal, terutama makanan dan minuman yang dikonsumsi serta kondisi kesehatan tertentu.
Untuk mengetahui lebih jauh berbagai penyebab gas berbau busuk, simak artikel berikut ini.
Penyebab Gas Berbau Busuk
Perut kembung atau biasa disebut kentut adalah gas yang dihasilkan saluran pencernaan yang membawa bau. Lantas, apakah gas berbau busuk itu berbahaya? Pada dasarnya, gas ini memang memiliki bau yang khas karena terbentuk melalui proses fermentasi di dalam saluran pencernaan. Namun ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gas berbau tidak sedap, antara lain:
1. Asupan Antibiotik
Penyebab gas berbau busuk yang pertama adalah asupan antibiotik. Antibiotik adalah jenis obat yang digunakan untuk melawan bakteri patogen di dalam tubuh. Namun konsumsi antibiotik dalam jangka waktu tertentu juga dapat menghilangkan bakteri menguntungkan di usus yang berperan dalam proses fermentasi makanan di saluran pencernaan. Akibatnya, gas yang dihasilkan di saluran pencernaan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
2. Konsumsi Makanan Tinggi Serat
Mengonsumsi makanan berserat tinggi diketahui dapat membantu melancarkan proses pencernaan. Namun, penting bagi individu untuk membatasi asupan makanan berserat tinggi, karena konsumsi berlebihan dapat menyebabkan frekuensi perut kembung yang lebih tinggi dengan bau yang tidak sedap. Pasalnya, proses fermentasi serat di dalam tubuh cenderung memakan waktu lebih lama sehingga berisiko menghasilkan gas berbau tidak sedap.
3. Konsumsi Makanan Tinggi Sulfur
Selain makanan kaya serat, penting juga untuk membatasi konsumsi makanan tinggi sulfur agar tidak mengeluarkan gas berbau tidak sedap. Pasalnya, makanan tinggi belerang memiliki bau yang khas sehingga turut mempengaruhi aroma gas dalam tubuh.
Beberapa jenis makanan yang menimbulkan gas berbau busuk karena mengandung kadar sulfur yang tinggi antara lain bawang putih, bawang merah, kembang kol, brokoli, kacang-kacangan, telur, dan daging.
4. Sembelit
Penyebab gas berbau busuk selanjutnya adalah sembelit. Sembelit merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan berkurangnya frekuensi buang air besar. Kondisi ini menyebabkan feses yang seharusnya dikeluarkan tersangkut di saluran pencernaan. Akibatnya, bakteri penyebab bau tak sedap dapat dengan mudah berkembang biak di usus sehingga memicu keluarnya gas berbau tidak sedap.
5. Intoleransi Laktosa
Salah satu kondisi yang menyebabkan gas berbau busuk adalah intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa adalah suatu kondisi ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa atau gula dalam susu. Laktosa yang tidak tercerna dengan baik akan mengendap dan menghasilkan gas berlebih di saluran pencernaan. Hal ini dapat meningkatkan risiko gas berbau tidak sedap.
6. Polip Usus
Polip usus merupakan benjolan kecil yang tumbuh di usus besar. Meski cenderung tidak berbahaya, polip usus dapat menyumbat usus sehingga menyebabkan penumpukan gas berlebih di perut. Makanya, inilah salah satu penyebab perut kembung berbau tidak sedap.
7. Kanker Usus Besar
Kanker usus besar merupakan masalah kesehatan berupa tumbuhnya tumor ganas di usus besar. Pertumbuhan tumor ganas yang tidak terkendali ini berisiko menyumbat usus sehingga menyebabkan gas terperangkap dan memicu gas berbau busuk.
Cara Mengatasi Gas Berbau Busuk
Dalam upaya mengatasi gas berbau busuk, Anda disarankan untuk menjalani pola hidup sehat dan melakukan berbagai perawatan mandiri di rumah. Berikut cara mengatasi perut kembung yang mengeluarkan bau tidak sedap, antara lain:
Makan secara perlahan agar tidak memicu produksi gas berlebihan di perut.
- Meningkatkan asupan air.
- Berolahraga secara teratur untuk mengoptimalkan fungsi pencernaan.
- Membatasi makanan yang dapat menimbulkan gas berbau busuk.
- Membatasi konsumsi minuman berkarbonasi dan beralkohol.
- Berhenti merokok.
- Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik untuk menjaga keseimbangan mikroflora di usus.
Bagi penderita intoleransi laktosa, penting untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung laktosa, seperti susu dan produk susu.
Jika gas berbau busuk sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.
Penyebab Kentut Tidak Berbau
Kentut yang tidak berbau disebut juga gas usus. Gas ini merupakan campuran dari berbagai gas tidak berbau, termasuk oksigen, karbon dioksida, nitrogen, hidrogen, dan metana dalam saluran pencernaan.
Semua gas tersebut dapat dihasilkan dari beberapa sumber, seperti:
Menelan udara
Aktivitas makan, minum, mengunyah, menggunakan gigi palsu yang longgar, atau merokok bisa membuat Anda menelan udara. Udara yang tertelan dapat dikeluarkan dengan cara bersendawa. Namun, usus juga dapat menyerap sebagian udara tersebut sehingga menghasilkan kentut yang tidak berbau.
Mencerna makanan
Ada beberapa jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh usus kecil karena kekurangan, bahkan tidak adanya enzim tertentu. Makanan yang tidak tercerna ini kemudian masuk ke usus besar, tempat bakteri baik akan memecah makanan.
Proses pencernaan di usus besar menghasilkan hidrogen, karbon dioksida dan metana. Proses inilah yang menyumbang sebagian besar udara dan menghasilkan kentut tidak berbau.
Apa Penyebab Lebih Sering Kentut?
Meski kentut umum terjadi, terlalu sering kentut karena gas usus yang berlebihan juga bisa menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu, seperti:
Terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung tinggi gas, seperti produk susu yang mengandung laktosa, minuman bersoda, atau makanan berserat seperti sayur dan buah
Banyak udara masuk ke pencernaan, misalnya karena kebiasaan makan sambil berbicara, konsumsi makanan atau minuman terlalu cepat, kebiasaan merokok, atau konsumsi soda terlalu banyak
Masalah pencernaan, seperti sindrom iritasi usus besar, penyakit asam lambung, intoleransi laktosa, sembelit, penyakit celiac, disentri, dan giardiasis
Mengonsumsi obat tertentu, seperti acarbose, metformin, atau antasida
Gas usus memang bukanlah kondisi yang serius dan merupakan tanda bahwa sistem pencernaan berfungsi dengan baik. Namun, terlalu sering kentut juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan malu bila dilakukan di depan umum.
Oleh karena itu, bila kentut yang tidak berbau sudah mulai mengganggu dan disertai gejala lain, seperti muntah atau diare berulang, demam, bahkan tinja berdarah, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (Bbs/mea)
Editor : Editor Satu