Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ternyata Perut Buncit Bisa Picu Rambut Rontok, Ini Alasannya

Editor Satu • Selasa, 16 Juli 2024 | 15:40 WIB
Gadis gemuk dengan rambut rontok-Ilustrasi.
Gadis gemuk dengan rambut rontok-Ilustrasi.

METRODAILY – Kata para ahli, rambut rontok adalah hal yang normal. Sebab, rambut rontok akan berganti dengan rambut baru. Rata-rata, seseorang mengalami kerontokan rambut antara 50 hingga 150 helai rambut setiap hari.

Namun jika rambut rontok lebih dari itu dan Anda mengalami penipisan rambut secara keseluruhan, Anda pasti khawatir. Apalagi jika rambut mudah rontok meski rambut hanya tersentuh ringan, mengotori lantai, bantal, bahkan menyumbat saringan air kamar mandi.

Rambut rontok adalah lepasnya rambut secara berlebihan. Kondisi ini dapat mengakibatkan penipisan rambut atau kebotakan, baik sementara maupun permanen.

Nah, ternyata rambut rontok ada hubungannya dengan obesitas atau kegemukan loh. World Heart Federation (WHF) melaporkan, lebih dari 2,3 miliar anak-anak dan orang dewasa di seluruh dunia diyakini kelebihan berat badan atau obesitas.

Dr. Monica Chahar, Kepala Dokter Kulit dan Direktur, Dekorasi Kulit, Dwarka, Delhi, dalam Healthshots, mengatakan perempuan yang mengalami obesitas dan kelebihan berat badan lebih cenderung mengalami masalah kesehatan rambut seperti kerontokan rambut.

"Kelebihan lemak perut atau perut buncit dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, khususnya peningkatan produksi androgen, seperti dihidrotestosteron (DHT).

Tingkat DHT yang meningkat dapat mengecilkan folikel rambut, menyebabkan penipisan rambut dan akhirnya rambut rontok," kata Dr. Chahar.

Lebih lanjut, Dr. Chahar mengatakan perempuan gemuk atau kelebihan berat badan mengembangkan resistensi insulin. Hal ini dapat menyebabkan Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), salah satu masalah reproduksi yang paling umum di kalangan perempuan muda.

Selain obesitas, menurut dr. Pittara dalam Alodokter, banyak faktor yang dapat menyebabkan siklus pertumbuhan rambut terganggu, hingga berakibat pada rambut rontok. Rambut rontok yang terjadi secara tiba-tiba dapat terjadi akibat berbagai faktor, yaitu:

- Penyakit autoimun, misalnya pada alopecia areata.

- Efek samping kemoterapi.

- Perubahan hormon, misalnya saat persalinan atau karena polycystic ovary syndrome (PCOS).

- Efek samping obat-obatan, seperti obat penekan sistem imun (imunosupresan), obat asam urat, dan obat tekanan darah tinggi.

Jika masalah kerontokan rambut dikarenakan kelebihan berat badan atau obesitas, kamu harus menurunkan berat badan untuk mengelolanya. Bukan hanya soal rambut, tetapi juga membantu meningkatkan sirkulasi darah.

Terlibat dalam aktivitas fisik secara teratur tidak hanya membantu dalam manajemen berat badan tetapi juga meningkatkan sirkulasi darah. Hal ini sangat penting untuk memberikan nutrisi ke folikel rambut. (medcom)

Editor : Editor Satu
#rambut rontok