Misalnya pada kulineran bakso yang ada di sebuah warung sederhana, Desa Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan ini. Disajikan langsung dari tempatnya, bakso tumpeng wajan ini menjadi tenar karena banyak dibicarakan masyarakat di sosial media.
Pemilik usaha ini adalah seorang ibu rumah tangga bernama Sri Wulandari. Dia merubah wajan menjadi wadah bakso yang sangat lezat. Tak hanya wadahnya yang unik, bentuk bakso yang diproduksinya pun memilki keunikan tersendiri.
Dia menamakan kulinernya dengan sebutan Bakso Wojo. Dibentuk segitiga dan berbentuk mirip tumpeng. Kata Wojo sendiri diadopsi dari bahasa sekitar yang memiliki arti wajan.
Kepada wartawan, Senin (2/8), Wulan mengaku terinspirasi pertama kali membuat bakso Wojo tersebut dari kebiasaan dan hobinya yang mengkonsumsi bakso. Sehingga ia ingin membuka warungnya sendiri.
Tanpa diduga, warung yang baru dibukanya dua bulan terakhir ini, menarik minat masyarakat untuk datang mencicipi kuliner baksonya. Isian bakso juga tidak biasa, bakso berbentuk tumpeng, dengan isian hati ayam dicampur mi kuning, serta disiram dengan kuah bening khas bakso membuat selera makan semakin meningkat.
Perasan jeruk nipis dan sambal kacang yang dibaluri di atas bakso, menambah kesegaran tersendiri. Satu porsi bakso wojo ini dibandrol dengan harga Rp15 ribu. Selain bakso wajan, menu lain juga disediakan di warung ini. Seperti Pecal, Mie Ayam, dan berbagai hidangan lain.
Sensasi lain yang didapatkan dari kulineran bakso di warung Bakso Woji ini menawarkan sensasi makan bakso di tengah hamparan sawah.
Kartika Dewi, seorang penikmat bakso dari Kisaran mengaku penasaran hingga membuat ia datang ke warung tersebut.
“Tau dari facebook langsung kita cari lokasinya. Awalnya penasaran saja, ternyata setelah kita coba rasa baksonya juga enak, kuah bakso juga segar,” kata ibu dua anak ini. (Per) Editor : Muhiddin Hasibuan