Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Inovasi Pemajuan Kebudayaan Keterbacaan Manuskrip Budaya Turi-Turian Berbasis Animasi Sebagai Peningkatan Kualitas IPM Berkelanjutan Di Labuhan Labo

Edi Saragih • Senin, 17 November 2025 | 18:44 WIB

 

Dedi Zulkarnain Pulungan
Dedi Zulkarnain Pulungan

Oleh: Dedi Zulkarnain Pulungan, M.Pd

Era digital saat ini, pelestarian budaya lokal menjadi tantangan yang memiliki kompleksitas tinggi. Budaya bukan hanya sekadar warisan masa lalu, tetapi juga fondasi bagi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Salah satu aspek penting dari pelestarian budaya adalah keterbacaan manuskrip budaya turi-turian, yang sering kali sulit diakses oleh generasi muda.

Desa Labuhan Labo, sebuah desa di Kota Padangsidimpuan, terdapat manuskrip budaya Turi-Turian yang merupakan bagian integral dari identitas lokal. Manuskrip ini menceritakan legenda tentang asal-usul desa, nilai-nilai moral, dan tradisi masyarakat setempat. Namun, tantangan utama adalah banyak generasi muda tidak dapat memahami budaya turi-turian karena kurangnya dokumentasi visual. Hal ini menyebabkan budaya ini terancam punah, karena tidak lagi ditransmisikan secara efektif. Di sisi lain, indeks pembangunan masyarakat berkelanjutan (IPMB) di desa ini masih rendah. IPMB mencakup aspek sosial, dan produksi.yang dimana kesadaran budaya masih terbatas.

Inovasi diperlukan untuk mengintegrasikan budaya ke dalam pembangunan berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat berkembang tanpa kehilangan identitasnya. Untuk mengatasi hal ini, inovasi berbasis animasi telah dikembangkan sebagai solusi modern. Animasi tidak hanya membuat cerita lebih menarik, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas dan pemahaman. Inovasi utama dalam pengembangan animasi digital sebagai alat untuk memajukan keterbacaan manuskrip Turi-Turian. Animasi dipilih karena kemampuannya dalam mengubah narasi tekstual menjadi visual yang dinamis, sehingga lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan usia.

Proses inovasi ini melibatkan kolaborasi antara ahli budaya lokal, animator profesional, dan komunitas desa. Inovasi ini juga melibatkan partisipasi generasi muda untuk dilatih terlibat dalam produksi, seperti memberikan masukan tentang detail budaya atau bahkan menjadi voice actor.

Hal ini tidak hanya meningkatkan keterbacaan, tetapi juga memberdayakan komunitas, sehingga budaya menjadi milik bersama. Penerapan inovasi animasi ini memiliki dampak multi-dimensi terhadap IPMB di Desa Labuhan Labo. Pada aspek sosial, animasi meningkatkan kesadaran budaya. Dengan akses yang lebih mudah, generasi muda lebih tertarik untuk belajar tentang warisan leluhur.

Evaluasi menunjukkan peningkatan partisipasi kelompok mitra sebesar 70%, dengan survei yang mengungkapkan bahwa 85% responden merasa lebih memahami nilai-nilai budaya setelah menonton animasi. Dampak terhadap IPM terlihat jelas:pada aspek sosisal meningkat melalui literasi budaya, aspek produksi berkembang lewat potensi promosi budaya dengan pesan konservasi dalam cerita.

Meskipun inovasi ini menjanjikan, ada tantangan yang harus diatasi. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur digital di desa, seperti akses internet yang terbatas. Solusinya adalah menggunakan teknologi offline, seperti penyimpanan video di perangkat lokal atau distribusi melalui CD. Tantangan lain adalah resistensi budaya, di mana beberapa penduduk khawatir animasi akan mengubah cerita asli. Untuk itu, proses adaptasi melibatkan konsensus komunitas, memastikan bahwa inti cerita tetap utuh.

Inovasi pemajuan kebudayaan melalui animasi berbasis manuskrip Turi-Turian merupakan langkah maju dalam pelestarian budaya di Desa Labuhan Labo. Dengan meningkatkan keterbacaan manuskrip budaya turi-turian berbasis animasi ini tidak hanya menjaga warisan budaya tetap hidup, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap indeks pembangunan masyarakat berkelanjutan. Dari aspek sosial dan aspek produksis, dampaknya positif dan holistik.

Rekomendasi untuk masa depan adalah memperluas inovasi ini ke desa-desa lain, serta mengintegrasikannya dengan program RPJM desa dalam pengelolaan pembangunan berkelanjutan dibidang seni. Oleh karena itu, budaya dapat menjadi pendorong kemajuan, bukan hambatan. Mari kita dukung inisiatif program seni nusantara seperti ini untuk masa depan yang lebih baik

Ucapan Terimakasih

Pada kesempatan ini pengusul tidak lupa mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yaitu : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas pendanaan Program Inovasi Seni Nusantara Tahun 2025.(**)

Editor : Metro-Esa
#manuskrip #inovasi