SIMALUNGUN, METRODAILY – Berbagai elemen masyarakat Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar mempertanyakan manfaat keberadaan PT Bridgestone di tengah-tengah masyarakat Kecamatan Dolok Batu Nanggar Serbelawan.
Sekretaris Karang Taruna Dolok Batu Nanggar Muhammad Farhan, menyebut sulit mencari pekerjaan, sementara berada didua wilayah perusahaan besar PTPN IV Dolok Ilir dan PT Bridgestone.
"PT.Brigestone hadir serta beroperasi di Dolok Batu Nanggar, hendaknya mengutamakan tenaga kerja lokal yakni putra-putri Dolok Batu Nanggar," sebut Farhan.
Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Pemkab Simalungun Sidak Pasar Serbelawan dan Cek Stok Sembako
Pernyataan ini didukung oleh tokoh perempuan Vivi br Simanjuntak yang melihat justru orang dari luar Serbelawan yang banyak mendapat manfaat dari PT.Bridgestone.
Sedangkan tokoh agama Drs Arsalul Khair Nasution menyoroti tentang pentingnya fasilitas tanah wakaf, karena dengan pertambahan jumlah penduduk pasti keberadaan tanah wakaf akan sangat dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, PT.Bridgestone bisa menjadi solusi terkait fasilitas tanah wakaf di Serbelawan.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Serbelawan Leston Siregar menyebutkan, Serbelawan membutuhkan tempat pembuangan sampah dan sarana-prasarana olah raga seperti lapangan bola Dolok Batu Nanggar yang seharusnya bisa difasilitasi oleh PT.Bridgestone.
Baca Juga: Banjir Serbelawan: Pemkab Simalungun Akui Belum Miliki Kajian Penanganan Tepat
Keluhan element masyarakat tersebut disampaikan langsung kepada Anggota DPR RI Hinca Pandjaitan bertempat di Rumah Narahubung Rumah Aspirasi Hinca Panjaitan, Indra Syahputra Damanik, Jalan Bombongan Urat, Bandar Selamat pada Minggu (29/3/2026).
Menjawab keluhan masyarakat, Hinca Pandjaitan merasa kehadiran Bridgestone tak memberikan manfaat sosial bagi warga sekitar dan meminta agar proses perpanjangan HGUnya tidak diperpanjang oleh Pemerintah.
"Saran kami, Pak Presiden Prabowo Subianto tidak usah diperpanjang HGU PT.Bridgestone, sebelum mereka menebus dosa dosa politik ekonominya selama bertahun tahun" kata Hinca Panjaitan.(esa)
Editor : Metro-Esa