MEDAN, METRODAILY — Aktivitas digital warga Medan kian beragam. Bukan hanya untuk chatting dan scrolling, internet kini menjadi penopang kerja, kuliah, bermain gim, membuat konten, live streaming hingga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kebutuhan itu mendorong Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) memperkuat pengalaman jaringan Indosat 5G di sejumlah titik strategis di Kota Medan.
EVP Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, mengatakan kebutuhan digital masyarakat Medan terus berkembang, sehingga konektivitas harus mampu mengikuti beragam aktivitas tersebut.
Baca Juga: PMKRI Pematangsiantar Ingatkan Anak Belajar Tidak Boleh Dalam Ketakutan
“Masyarakat Medan memiliki kebutuhan digital yang semakin beragam. Hari ini, konektivitas digunakan untuk banyak hal, mulai dari menikmati hiburan dan bermain game hingga belajar, berkarya, dan memanfaatkan AI,” kata Agus.
Menurut dia, melalui Indosat 5G, perusahaan ingin mendukung masyarakat melakukan lebih banyak aktivitas dengan pengalaman digital yang semakin baik.
“Inilah semangat LebihBaikIndosat, membawa teknologi lebih dekat kepada kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.
Penguatan jaringan tersebut diperkenalkan melalui tema “Mau Ini Itu, Ya Indosat 5G”. Pesan itu menyasar berbagai aktivitas digital, mulai dari streaming, bermain gim bersama atau mabar, mengunggah konten hingga bekerja dari mana saja.
Baca Juga: Kasus Penyerangan di Matiti Humbahas, Polda Sumut Tetapkan 24 Tersangka
Pengalaman jaringan 5G tersebut juga diperkenalkan kepada masyarakat dalam kegiatan Car Free Day Kota Medan pada 27 September 2026.
Di tengah aktivitas warga yang berolahraga dan berkumpul bersama keluarga, teman, serta komunitas, konektivitas menjadi bagian dari berbagai kegiatan. Warga dapat melakukan live streaming bersama instruktur Zumba, mengunggah konten kuliner, hingga bermain gim bersama komunitas.
Indosat mengemas pengalaman tersebut dengan pesan “No Buffer, No Drama!”, yang menekankan konektivitas sebagai pendukung aktivitas digital sehari-hari.
Baca Juga: PKS Tampung Keluhan Soal Eksistensi Becak Vespa di Padangsidimpuan Yang Terancam
Bekali 10.000 Pelajar Sumut dengan AI
Indosat tidak hanya menyasar pengguna umum. Perusahaan juga membawa pemanfaatan teknologi digital ke lingkungan pendidikan melalui program AI Future Leaders.
Berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Indosat membekali lebih dari 10.000 pelajar SMA dan SMK di Sumatera Utara dengan keterampilan memanfaatkan teknologi AI, antara lain Gemini dan Adobe Express.
Program tersebut diarahkan bukan sekadar untuk membantu siswa menyelesaikan tugas. Para pelajar didorong menggunakan AI untuk mendukung proses pembelajaran, mengembangkan kreativitas, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat keterampilan digital.
Baca Juga: Lawan Inggris, Spanyol Menang Tipis
Bagi Indosat, pengembangan konektivitas dan literasi digital berjalan beriringan. Jaringan 5G digunakan untuk menopang aktivitas masyarakat, sementara pemanfaatan AI diperkenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari keterampilan menghadapi perubahan teknologi.
Dari bermain gim, live streaming, membuat konten hingga belajar dan mengeksplorasi AI, Indosat menempatkan 5G sebagai bagian dari aktivitas digital masyarakat Medan.
“Mau ini. Mau itu. Ya Indosat 5G.” (rel)
Editor : Editor Satu