BEIJING, METRODAILY – Rekor 100 meter Usain Bolt akhirnya dilewati. Bukan oleh manusia, melainkan robot humanoid buatan China.
Robot bernama TienKung mencatat waktu 9,39 detik dalam nomor lari 100 meter pada World Humanoid Robot Games (WHRG) 2026 di Beijing, Sabtu (22/8/2026). Catatan tersebut melampaui rekor dunia manusia 9,58 detik yang dibuat Usain Bolt di Olympiastadion Berlin pada 2009.
Dalam babak penyisihan, bahkan ada robot yang mencatat waktu lebih cepat, yakni 9,32 detik. Namun, laporan penyelenggara menyebut catatan 9,39 detik sebagai waktu kemenangan dalam perlombaan tersebut.
Baca Juga: Rafael Leao Mau Pergi dari AC Milan, Tapi Tak Ada yang Mau Bayar Mahal
Pencapaian itu menandai lompatan besar dibandingkan WHRG tahun sebelumnya. Pada 2025, waktu terbaik robot dalam nomor 100 meter masih 21,50 detik.
“Ini adalah prestasi yang sangat mengesankan,” kata penyelenggara melalui unggahan di media sosial. Mereka menilai perkembangan tersebut menunjukkan betapa cepatnya industri robotika China bergerak.
Dari 21,50 Detik ke 9,39 Detik
Dalam waktu hanya setahun, performa robot humanoid di lintasan hampir meningkat dua kali lipat. Perubahan itu menjadi gambaran agresifnya investasi dan pengembangan teknologi robotika di China.
Namun, kemenangan TienKung juga menghadirkan pemandangan yang tidak biasa. Setelah mencapai garis finis, robot tersebut kehilangan keseimbangan, menabrak matras besar, kemudian perlahan terjatuh ke belakang.
Baca Juga: Cucurella Tak Sabar Debut di Bernabeu, Ingin Rasakan Magis Comeback Real Madrid
Video insiden itu viral di media sosial. Adegan tersebut mengundang tawa, tetapi bagi penyelenggara, momen itu justru memperlihatkan fase perkembangan teknologi yang masih berlangsung.
“Setahun yang lalu, robot adalah mesin yang lambat dan berat yang kesulitan menyelesaikan lari cepat di lintasan. Tahun ini mereka diharapkan untuk memecahkan rekor dunia,” ujar penyelenggara.
2.056 Robot Turun Bertanding
WHRG 2026 digelar selama lima hari di Beijing. Sebanyak 666 tim membawa 2.056 robot dari 16 negara untuk berkompetisi dalam 51 pertandingan.
Baca Juga: Polres Labuhanbatu Ungkap 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi
Cabang yang dipertandingkan tidak hanya atletik. Robot humanoid juga beradu kemampuan dalam sepak bola, tinju, angkat besi, senam, tenis, hingga berbagai tugas praktis seperti menyajikan makanan dan minuman.
Jumlah robot yang berpartisipasi tahun ini melonjak sekitar empat kali lipat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Dalam pertandingan sepak bola, robot bahkan mampu mencetak gol dan melakukan selebrasi. Pada tenis dan tenis meja, robot juga berhadapan dengan manusia dalam laga eksibisi.
China Kejar Industri Robot Triliunan Dolar
China dalam beberapa tahun terakhir menggelontorkan investasi besar ke industri robot humanoid. Perkembangan WHRG menjadi salah satu etalase ambisi tersebut.
Baca Juga: Bunda PAUD Medan Diminta Tak Cuma Pakai Selempang, Rico Waas: Turun ke Lapangan
Morgan Stanley Research memperkirakan pasar robot humanoid global berpotensi mencapai US$5 triliun pada 2050, dengan lebih dari satu miliar robot digunakan di berbagai sektor.
China diproyeksikan menjadi salah satu pasar terbesar. Laporan Morgan Stanley memperkirakan sekitar 302,3 juta robot humanoid berpotensi digunakan di China pada 2050.
Rekor TienKung mungkin belum berarti robot siap menggantikan pelari manusia. Tetapi satu hal sudah jelas: lintasan 100 meter kini menjadi panggung baru bagi perlombaan teknologi—dan China sedang berlari sangat kencang. (Bbs)
Editor : Editor Satu