JAKARTA, METRODAILY – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan Adobe resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kolaborasi tersebut bertujuan membantu masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda dan para kreator, mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi nyata melalui akses teknologi, peningkatan keterampilan digital, hingga peluang monetisasi karya.
Langkah ini menjadi respons terhadap temuan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 yang menunjukkan bahwa meskipun akses dan kemampuan digital masyarakat terus meningkat, potensi pemanfaatannya untuk menciptakan nilai ekonomi masih sangat besar.
Baca Juga: 357 Jemaah Haji Kloter 11 Debarkasi Medan Tiba di Tanah Ai
Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, mengatakan ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada kekayaan intelektual yang lahir dari budaya dan kreativitas masyarakat.
“Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya, agar ide-ide dapat dikembangkan, dilindungi, dan diwujudkan menjadi peluang yang lebih besar,” ujar Riefky.
Menurutnya, kemitraan antara pemerintah dan sektor industri menjadi langkah penting dalam membekali generasi muda dengan keterampilan, kepercayaan diri, serta tanggung jawab untuk mampu bersaing di tingkat global.
Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus yang diinisiasi Kemenekraf untuk memperkuat kapasitas generasi muda di sektor ekonomi kreatif.
Melalui program tersebut, Kemenekraf mendorong peningkatan literasi ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi digital dan AI, serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif masa depan.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dari sisi kreativitas dan talenta muda yang membutuhkan dukungan teknologi dan akses yang tepat.
Baca Juga: Marc Cucurella Berlabuh ke Real Madrid
“Indonesia memiliki talenta dan kreativitas yang melimpah. Yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide mereka,” katanya.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Indosat akan memberikan akses premium Adobe Express secara gratis selama enam bulan kepada seluruh pelanggan. Adobe Express merupakan aplikasi berbasis AI yang memungkinkan pengguna membuat desain, konten digital, presentasi, hingga materi promosi secara cepat dan mudah.
Selain akses premium, pelanggan Indosat juga akan mendapatkan materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
Baca Juga: Telinga Graham Potter Berdarah
Program Adobe Digital Academy dirancang untuk membantu masyarakat mengembangkan keterampilan kreatif, pemasaran digital, dan pemanfaatan AI yang dapat diterapkan dalam dunia kerja maupun pengembangan usaha.
President of Creativity and Productivity Business Adobe, David Wadhwani, mengatakan Indonesia memiliki komunitas kreatif yang sangat potensial untuk berkembang di tingkat global.
“Kami bangga dapat mendukung para kreator Indonesia dengan menghadirkan Adobe Express ke lebih banyak orang, menyediakan kurikulum untuk mengasah keterampilan mereka, serta membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan dari karya yang mereka ciptakan,” ujarnya.
Baca Juga: Mentalitas Jepang Sudah Terbukti Teruji
Dalam kolaborasi ini, Indonesia juga dipilih sebagai negara pertama peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express.
Program tersebut memungkinkan kreator Indonesia menghasilkan pendapatan langsung melalui template desain yang dibuat dan digunakan oleh pengguna lain di platform Adobe Express.
Selain memperoleh penghasilan, kreator terpilih juga berkesempatan menampilkan karya mereka di IDEAFEST, salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia, yang membuka peluang lebih luas untuk membangun jaringan profesional, mendapatkan kolaborasi, dan memperluas pasar.
Di sisi lain, Indosat akan mengoptimalkan program GENSi (Generasi Terkoneksi) sebagai wadah pemberdayaan generasi muda. Setelah berhasil menjangkau lebih dari 10.000 anak muda Indonesia, GENSi menargetkan menjangkau 15.000 peserta sepanjang tahun 2026.
Baca Juga: Amanda Manopo Puji Ibu Mertua
Melalui jaringan komunitas dan platform digital yang dimiliki, GENSi akan membantu generasi muda memahami cara memanfaatkan peluang ekonomi digital, membangun eksistensi di ruang digital, serta mengembangkan karya kreatif berbasis teknologi.
Ke depan, Indosat juga berencana menghadirkan berbagai penawaran khusus Adobe Express bagi pelanggan IM3 dan Tri agar akses terhadap perangkat kreatif berbasis AI dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
Sementara itu, melalui program ECHOES, Kemenekraf akan terus memperluas akses generasi muda terhadap pengetahuan ekonomi kreatif, perlindungan kekayaan intelektual, teknologi digital, dan AI melalui berbagai kegiatan edukasi di sekolah dan kampus di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Aksi Pencurian Marak, Kapolsek Sibabangun Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Kolaborasi antara Kemenekraf, Indosat, dan Adobe diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta karya yang memiliki nilai ekonomi.
Dengan dukungan perangkat, pelatihan, akses pasar, dan peluang monetisasi, para kreator Indonesia diharapkan mampu mengubah ide menjadi karya, karya menjadi peluang, dan peluang menjadi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi bangsa. (rel)
Editor : Editor Satu