Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Nokia dan Indosat Percepat Jaringan 5G Berbasis AI di Indonesia, Gandeng NVIDIA 

Editor Satu • Rabu, 10 Juni 2026 | 12:45 WIB
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha (kanan), bersama President dan CEO Nokia, Justin Hotard, saat mengumumkan kerja sama strategis pengembangan jaringan 5G.
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha (kanan), bersama President dan CEO Nokia, Justin Hotard, saat mengumumkan kerja sama strategis pengembangan jaringan 5G.

JAKARTA, METRODAILY – Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat kemitraan strategis untuk mempercepat pengembangan jaringan 5G berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Kolaborasi ini juga melibatkan NVIDIA guna menghadirkan layanan digital generasi baru sekaligus memperluas akses konektivitas hingga ke berbagai wilayah di Tanah Air.

Kesepakatan yang diumumkan di Espoo, Finlandia, Rabu (10/6/2026), itu mencakup modernisasi jaringan seluler Indosat melalui penerapan teknologi 5G Radio Access Network (RAN) terbaru dari Nokia.

Baca Juga: Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Kasmarni: Ketahuan Pungli PPDB, Langsung Disanksi

Melalui kerja sama tersebut, Nokia akan mendukung implementasi jaringan 5G pada pita frekuensi rendah dan menengah guna meningkatkan kapasitas, kualitas layanan, serta cakupan jaringan di seluruh Indonesia.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan pengembangan jaringan berbasis AI merupakan langkah penting dalam menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan.

“Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar bagi setiap pelanggan. Kolaborasi ini memperkuat kesiapan kami melahirkan inovasi digital berikutnya,” ujar Vikram.

Baca Juga: Bengkalis Masih Catat Nilai IEPK 2,378, Bupati Kasmarni Minta Penguatan Antikorupsi

Menurutnya, penguatan jaringan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi, tetapi juga mendukung transformasi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain memperluas jaringan 5G, kerja sama ini membuka peluang pengembangan layanan berbasis AI melalui teknologi AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network). Teknologi tersebut memungkinkan jaringan telekomunikasi dan kecerdasan buatan berjalan secara terintegrasi dalam satu ekosistem.

Nokia, Indosat, dan NVIDIA sebelumnya telah mencatat pencapaian penting melalui panggilan AI-RAN pertama yang diperkenalkan pada Mobile World Congress 2026. Selanjutnya, ketiga perusahaan akan melanjutkan pengembangan menuju tahap uji coba lapangan di Indonesia pada akhir tahun 2026.

Baca Juga: Rampok Sopir Truk di Tol Belmera, Dua Pemuda Ditangkap dalam 2 Jam

President dan CEO Nokia, Justin Hotard, menilai masa depan industri telekomunikasi akan ditentukan oleh kemampuan operator dalam menggabungkan konektivitas dan kecerdasan buatan.

“Bersama Indosat dan NVIDIA, kami membangun evolusi jaringan berikutnya yang mampu memperluas cakupan 5G, mendukung layanan berbasis AI, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan industri,” kata Hotard.

Sementara itu, Senior Vice President Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, menyebut kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana jaringan 5G dapat berkembang menjadi platform kecerdasan digital.

“AI dan konektivitas dapat berjalan berdampingan untuk meningkatkan efisiensi, menghadirkan aplikasi baru, serta mendukung transformasi digital dalam skala besar,” ujarnya.

Baca Juga: Merasa Diabaikan Saat Rawat Inap, Pasien RS Metta Medika Lapor Polisi

Sebagai bagian dari proyek tersebut, Nokia akan menerapkan perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta platform otomasi jaringan berbasis AI.

Dalam implementasinya, jaringan 5G pita frekuensi rendah akan diterapkan di seluruh jaringan Indosat. Sementara jaringan 5G pita frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam kurun waktu 3,5 tahun ke depan.

Teknologi baru itu juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi, mempercepat inovasi layanan digital, serta mendukung operasional jaringan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

Baca Juga: Warung Tuak di Balige Ternyata Jadi Tempat Edar Ganja, Bandar Ditangkap

Kolaborasi Nokia, Indosat, dan NVIDIA diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem AI nasional, memperkuat daya saing ekonomi digital, serta memperluas akses teknologi bagi jutaan masyarakat Indonesia. (rel)

Editor : Editor Satu
#Indosat Ooredo Hutchison #jaringan 5g #nokia #nvidia