Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

53 Tahun Vakum, NASA Siap Kirim Manusia ke Bulan Lagi

Editor Satu • Selasa, 31 Maret 2026 | 16:00 WIB
Matahari terlihat dari International Space Station dalam dokumentasi NASA saat observasi dari orbit Bumi.
Matahari terlihat dari International Space Station dalam dokumentasi NASA saat observasi dari orbit Bumi.

Misi Artemis II Jadi Penentu Dominasi Antariksa

METRODAILY – Setelah lebih dari setengah abad sejak era Apollo 17, NASA bersiap mengirim kembali astronot ke orbit Bulan melalui misi berawak Artemis II. Langkah ini bukan sekadar eksplorasi, tetapi bagian dari pertarungan geopolitik baru melawan China dalam perebutan dominasi antariksa.

Misi uji coba berawak ini dijadwalkan meluncur awal April 2026 menggunakan roket Space Launch System dan kapsul Orion, membawa empat astronot—tiga dari AS dan satu dari Kanada—untuk perjalanan selama 10 hari mengelilingi Bulan.

Artemis II menjadi tonggak penting dalam program Artemis program yang menelan biaya sedikitnya 93 miliar dolar AS sejak 2012.

Ini adalah penerbangan berawak pertama menuju Bulan sejak 1972, sekaligus uji krusial sebelum pendaratan manusia kembali dilakukan dalam misi berikutnya.

Amerika Serikat saat ini berpacu dengan China, yang menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada 2030 setelah sukses misi robotik.

Washington ingin memastikan tetap menjadi negara utama dalam eksplorasi luar angkasa—sekaligus menetapkan “aturan main” di Bulan, termasuk potensi eksploitasi sumber daya.

Target Besar: Kutub Selatan Bulan

NASA menargetkan pendaratan manusia di kutub selatan Bulan pada akhir dekade ini—wilayah yang diyakini menyimpan es air dan sumber daya penting untuk misi jangka panjang, termasuk ke Mars.

Astronot Artemis II, Christina Koch, menyebut Bulan sebagai “kunci menjawab pertanyaan terbesar umat manusia.”

“Apakah kita sendirian di alam semesta? Jawabannya bisa dimulai dari Bulan,” ujarnya.

Dalam misi ini, awak akan menguji:

  • Sistem pendukung kehidupan
  • Navigasi dan komunikasi
  • Antarmuka awak dan kontrol penerbangan

Semua ini menjadi fondasi sebelum misi pendaratan yang jauh lebih kompleks.

Ekonomi Bulan Menggiurkan

Selain aspek ilmiah dan geopolitik, Bulan juga dipandang sebagai pasar masa depan. Proyeksi menunjukkan:

  • Potensi pendapatan hingga 127 miliar dolar AS pada 2050
  • Investasi global mencapai 72–88 miliar dolar

Sejumlah perusahaan besar seperti SpaceX, Blue Origin, Boeing, dan Lockheed Martin terlibat dalam pengembangan teknologi pendaratan dan transportasi luar angkasa.

Misi Artemis dirancang sebagai batu loncatan menuju eksplorasi Mars. Namun, dalam jangka pendek, NASA masih menjadi penggerak utama karena sektor swasta belum mampu berdiri sendiri tanpa dukungan pemerintah.

Jika sukses, Artemis II akan membuka jalan bagi misi Artemis berikutnya—termasuk pendaratan manusia yang ditargetkan pada akhir dekade ini. (jpc)

Editor : Editor Satu
#artemis ii #luar angkasa #NASA Artemis II