Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

TROMS Bikin Jalan Tol Lebih Sigap, Inovasi Digital HKA Tembus Ekraftech 2025

Editor Satu • Selasa, 23 Desember 2025 | 16:00 WIB
Plt. Direktur Utama PT Hakaaston M. Rozi Rinjayadi (kanan) memperkenalkan sistem TROMS di booth HKA pada ajang Ekraftech 2025 di Jakarta, Desember 2025.
Plt. Direktur Utama PT Hakaaston M. Rozi Rinjayadi (kanan) memperkenalkan sistem TROMS di booth HKA pada ajang Ekraftech 2025 di Jakarta, Desember 2025.

JAKARTA, METRODAILY — Di tengah upaya mendorong mobilitas cerdas berbasis teknologi kreatif, PT Hakaaston (HKA) mencuri perhatian pada ajang Ekraftech 2025.

Anak usaha PT Hutama Karya (Persero) itu menjadi satu-satunya perusahaan pengelola jalan tol yang lolos sebagai finalis, bersanding dengan startup dan pengembang teknologi kreatif nasional.

Ekraftech 2025 yang digelar di Pullman Hotel Jakarta, 16–17 Desember 2025, mengusung tema Creative Technology for Smarter Mobility. Forum ini mempertemukan inovator, industri, akademisi, regulator, hingga investor untuk mempercepat adopsi teknologi di sektor layanan publik dan transportasi.

Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, yang membuka forum sekaligus meninjau sejumlah booth pameran.

Dalam ajang itu, HKA mempresentasikan TROMS (Toll Road Operation Maintenance System), sebuah platform digital terintegrasi yang dikembangkan untuk mendukung operasional dan pemeliharaan jalan tol.

Sistem ini digunakan mulai dari pemantauan kondisi ruas, pencatatan aktivitas pemeliharaan, hingga pelaporan insiden operasional secara real time.

TROMS saat ini telah diterapkan di 16 ruas jalan tol yang dikelola HKA. Salah satu dampak signifikan dari penerapannya adalah percepatan waktu pelaporan insiden, dari sebelumnya sekitar 200 menit menjadi hanya 5 menit sejak kejadian.

Sistem ini juga menstandarkan lebih dari 60 aktivitas pelaporan operasional yang terintegrasi dalam sembilan modul, mencakup operasional lalu lintas, transaksi, pemeliharaan, QHSSE, sumber daya manusia, hingga laporan manajemen.

Digitalisasi tersebut turut berdampak pada efisiensi kerja. Penggunaan kertas tercatat turun lebih dari 50 persen per bulan, seiring peralihan proses operasional ke platform digital.

Data terpusat yang dikelola melalui TROMS juga mendukung konsistensi proses kerja dan pengambilan keputusan berbasis data dalam operasional harian jalan tol.

Partisipasi HKA di Ekraftech 2025 bukan yang pertama. Sebelumnya, TROMS juga dipresentasikan dalam Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) 2025 sebagai platform digital pendukung operasional jalan tol.

Keikutsertaan berkelanjutan ini menegaskan arah transformasi digital yang tengah dijalankan HKA.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai inovasi yang ditampilkan di Ekraftech mencerminkan pemanfaatan teknologi kreatif yang berangkat dari kebutuhan riil layanan publik.

“Ekraftech menghadirkan solusi yang aplikatif dan relevan,” ujarnya usai menandatangani maket TROMS di booth HKA.

Pelaksana Tugas Direktur Utama HKA, M. Rozi Rinjayadi, mengatakan kehadiran HKA sebagai finalis sejalan dengan strategi perusahaan dalam membangun sistem operasional berbasis teknologi.

“TROMS kami gunakan sebagai sistem kerja terintegrasi untuk memastikan pengelolaan jalan tol yang konsisten dan berbasis data,” katanya.

Respons positif juga datang dari pengunjung. Agung (31), perwakilan perusahaan teknologi, menilai TROMS memberikan gambaran konkret penerapan digitalisasi di sektor jalan tol.

“Sistem ini menunjukkan bagaimana operasional jalan tol bisa dikelola secara terstruktur melalui platform digital,” ujarnya.

Ke depan, HKA membuka peluang agar TROMS dan inovasi digital lainnya diperkenalkan ke forum dan pameran internasional.

Perusahaan berharap sistem ini dapat diadopsi oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lain, baik di dalam negeri maupun global, sebagai bagian dari penguatan standar layanan jalan tol yang konsisten, adaptif, dan relevan dengan pengelolaan infrastruktur modern. (rel)

Editor : Editor Satu
#inovasi digital #troms