Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Mahasiswa UMSU Kembangkan Tetes Mata Nanopartikel Emas Cegah Kebutaan Akibat Diabetes

Editor Satu • Jumat, 3 Oktober 2025 | 09:55 WIB

 

Mahasiswa UMSU meneliti tetes mata nanopartikel emas dari ekstrak daun murbei yang berpotensi cegah kebutaan akibat mata diabetes.
Mahasiswa UMSU meneliti tetes mata nanopartikel emas dari ekstrak daun murbei yang berpotensi cegah kebutaan akibat mata diabetes.

MEDAN, METRODAILY – Harapan baru bagi penderita retinopati diabetik atau komplikasi mata akibat diabetes muncul dari penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) UMSU berhasil mengembangkan tetes mata berbasis nanopartikel emas dari ekstrak daun murbei (Morus alba L.) yang berpotensi mencegah kerusakan retina.

Penelitian yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini diberi judul: “Gold Nanoparticle Eyedrop 1-deoxynojirimycin-Polyphenol Ekstrak Daun Murbei (Morus alba L.) sebagai Inhibitor PKC β dan δ Retinopati Diabetik: Studi In-Vivo.”

Ketua tim peneliti, Zahra Ramadhani, menyampaikan penelitian berlangsung selama empat bulan (Juli–Oktober 2025) dan melibatkan lima mahasiswa.

Mereka adalah Zahra Ramadhani, Demi Cinta Cantika Syahputri, Dzaki Ahmad Lubis, Husnul Fikri, dan Setia Nurhidayah. Mereka dibimbing oleh Assoc. Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked (PA)., Sp.PA.

“Dari hasil uji in-vivo, pemberian tetes mata berbasis nanopartikel emas terbukti menurunkan kerusakan retina, memperbaiki struktur jaringan, serta mengurangi risiko peradangan,” kata Zahra, Jumat (3/10/2025) di Medan.

Efek protektif ini, jelasnya, diperoleh dari kandungan 1-deoxynojirimycin (DNJ) dan polifenol murbei yang mampu menekan stres oksidatif serta menghambat enzim Protein Kinase C (PKC) β dan δ—penyebab utama kerusakan pembuluh darah retina penderita diabetes.

“Dengan pendekatan nanoteknologi, senyawa aktif lebih mudah diserap jaringan mata dan bekerja langsung pada area terdampak. Terapi ini lebih nyaman dibanding suntikan intravitreal yang sering menimbulkan rasa sakit dan efek samping,” tambahnya.

Retinopati diabetik diketahui sebagai salah satu penyebab kebutaan utama di dunia. Temuan ini, menurut Zahra, menjadi peluang besar pengembangan terapi non-invasif, aman, dan efektif bagi jutaan pasien diabetes.

“Meski masih tahap penelitian, kami berharap inovasi ini segera melangkah ke uji klinis agar dapat dimanfaatkan secara luas,” ujarnya.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses akun resmi tim peneliti:

Editor : Editor Satu
#mahasiswa umsu #diabetes #Obat Tetes Mata