Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Zuckerberg: Orang Tanpa Kacamata AI Akan Ketinggalan Jauh di Masa Depan

Editor Satu • Kamis, 31 Juli 2025 | 14:56 WIB

Mark Zuckerberg.
Mark Zuckerberg.

CALIFORNIA, METRODAILY – CEO Meta, Mark Zuckerberg, kembali membuat pernyataan kontroversial.

Dalam laporan keuangan kuartal kedua Meta yang dirilis Selasa (30/7/2025), Zuckerberg menyebut bahwa orang yang tidak memakai kacamata AI akan berada dalam posisi tertinggal secara kognitif dibandingkan mereka yang menggunakannya.

"Saya pikir di masa depan, kalau Anda tidak punya kacamata dengan AI, atau cara lain berinteraksi dengan AI, Anda akan mengalami ketertinggalan kognitif yang signifikan dibandingkan orang lain," ujar Zuckerberg di hadapan para investor.

Baca Juga: Mengapa Tsunami Pascagempa M8,8 Rusia Tak Sebesar yang Ditakutkan? Ini Jawaban Ahli

Zuckerberg menegaskan bahwa kacamata akan menjadi perangkat utama untuk berinteraksi dengan AI. Menurutnya, kacamata bisa membuat AI "melihat" apa yang pengguna lihat, "mendengar" apa yang pengguna dengar, dan "berbicara" langsung kepada mereka.

Menambahkan layar ke dalam kacamata, kata dia, akan memberikan nilai tambah yang besar — mulai dari tampilan holografik seperti yang dikembangkan dalam proyek Orion AR glasses, hingga layar kecil dalam kacamata AI harian.

Ray-Ban Meta Laris

Produk kacamata pintar Meta seperti Ray-Ban Meta dan Oakley Meta menunjukkan hasil positif. Menurut EssilorLuxottica, penjualannya melonjak tiga kali lipat dalam setahun.

Kacamata ini memungkinkan pengguna mendengarkan musik, memotret, merekam video, hingga bertanya langsung ke Meta AI tentang apa yang sedang mereka lihat.

Baca Juga: S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia, Sinyal Kuat Ekonomi RI Tetap Tangguh

Namun, divisi Reality Labs — yang mengembangkan teknologi ini — masih menjadi beban besar bagi perusahaan. Kerugian operasionalnya tembus USD 4,53 miliar hanya pada kuartal kedua 2025. Total kerugian sejak 2020 sudah hampir USD 70 miliar.

Zuckerberg tetap optimistis, menyebut bahwa riset yang dilakukan selama 5–10 tahun terakhir merupakan investasi jangka panjang demi mewujudkan masa depan AI dan Metaverse.

Meta bukan satu-satunya pemain. OpenAI belum lama ini mengakuisisi startup milik mantan desainer Apple, Jony Ive, senilai USD 6,5 miliar, untuk membuat perangkat AI konsumen terbaru.

Beberapa startup lain juga bereksperimen dengan format seperti AI pin (seperti Humane) dan pendent AI dari Limitless dan Friend.

Baca Juga: OJK Ambil Alih Pengawasan Aset Kripto dari Bappebti, Pelaku Industri Wajib Tahu

Meski berbagai bentuk perangkat sedang dieksplorasi, Zuckerberg tetap yakin: kacamata adalah bentuk yang paling masuk akal dan sosial diterima.

“Yang keren dari kacamata adalah, itu akan menjadi cara ideal untuk menggabungkan dunia fisik dan digital,” kata Zuckerberg. “Visi Metaverse akan jadi sangat penting — dan AI akan mempercepatnya.” (net)

Editor : Editor Satu
#mark zuckerberg #Kacamata AI