Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Indosat dan GoTo Luncurkan Sahabat-AI 70 Miliar Parameter, Dilengkapi Chat Multibahasa

Editor Satu • Selasa, 3 Juni 2025 | 14:24 WIB

CEO Indosat, Vikram Sinha, menyebut proyek Sahabat-AI dengan kapasitas 70 miliar parameter didukung infrastruktur lokal seperti GPU Merdeka, cloud AI milik Indosat.
CEO Indosat, Vikram Sinha, menyebut proyek Sahabat-AI dengan kapasitas 70 miliar parameter didukung infrastruktur lokal seperti GPU Merdeka, cloud AI milik Indosat.

JAKARTA, METRODAILY — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi meluncurkan model terbaru Sahabat-AI dengan kapasitas 70 miliar parameter.

Model ini hadir dengan layanan chat berbasis artificial intelligence (AI) yang mendukung Bahasa Indonesia, empat bahasa daerah—Jawa, Sunda, Bali, Batak—dan sejumlah bahasa internasional.

Layanan ini dapat diakses melalui situs sahabat-ai.com dan aplikasi GoPay di menu “Layanan Favorit Warga”. Dengan peningkatan akurasi dan kemampuan penalaran lebih canggih, Sahabat-AI memungkinkan pengguna bertanya dan mendapat jawaban secara alami dalam berbagai bahasa.

Baca Juga: Truk Semen Tabrak 5 Mobil di Taput, Sopir Jadi Tersangka

Direktur Utama GoTo, Patrick Walujo, menyebut peluncuran ini sebagai tonggak penting bagi kedaulatan digital Indonesia. “Kemampuan multibahasa dan akurasi tinggi Sahabat-AI menjadikannya solusi lokal yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku bisnis di seluruh Indonesia,” ujarnya.

CEO Indosat, Vikram Sinha, menambahkan bahwa proyek ini didukung infrastruktur lokal seperti GPU Merdeka, cloud AI milik Indosat yang dikembangkan bersama Lintasarta. “Sahabat-AI bukan sekadar model. Ini adalah aset nasional yang aman, relevan secara budaya, dan inklusif,” kata Vikram.

Pelatihan model Sahabat-AI dilakukan di dalam negeri dan datanya sepenuhnya disimpan di Indonesia. Hal ini diyakini mendukung regulasi data nasional sekaligus memberi peluang bagi lembaga pemerintah dan perusahaan lokal untuk membangun layanan AI secara aman dan berdaulat.

Baca Juga: Balita Telantar di Malaysia Diserahkan ke Keluarga di Sibolga

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengapresiasi inisiatif ini. “Kedaulatan data adalah bagian dari kemerdekaan digital. Sahabat-AI membuktikan bahwa teknologi bisa tumbuh dari akar budaya kita sendiri,” tegasnya.

Sahabat-AI juga menjadi wadah pembinaan talenta lokal. Mahasiswa dari berbagai universitas seperti UI, UGM, ITB, IPB, USU, dan Universitas Udayana dilibatkan dalam pengembangan model lewat program magang langsung bersama tim teknis GoTo dan Indosat.

“Pengalaman ini memperdalam pemahaman saya tentang pengembangan model end-to-end LLM,” ujar Komang Ayu, peserta magang dari Universitas Udayana.

Sejak rilis awalnya dengan kapasitas 8 dan 9 miliar parameter, Sahabat-AI telah diunduh lebih dari 35.000 kali di platform Hugging Face. Kini, dengan versi terbaru yang terbuka untuk pengembang dan komunitas AI, GoTo dan Indosat berharap dapat mempercepat adopsi teknologi AI berbasis lokal di berbagai sektor. (rel)

Editor : Editor Satu
#Indosat Ooredo Hutchison