Asteroid 'City Killer' 2024 YR4 Berasal dari Wilayah Tak Terduga di Tata Surya
Editor Satu• Rabu, 9 April 2025 | 16:26 WIB
Para astronom berhasil melacak asal usul asteroid berbahaya 2024 YR4.
WASHINGTON, METRODAILY — Para astronom berhasil melacak asal usul asteroid berbahaya 2024 YR4 yang sempat memicu kekhawatiran global pada akhir tahun lalu.
Berdasarkan hasil pengamatan terbaru, asteroid yang dijuluki “city killer” ini ternyata berasal dari wilayah tengah sabuk asteroid utama antara Mars dan Jupiter—wilayah yang sebelumnya jarang dikaitkan dengan asteroid yang berpotensi menghantam Bumi.
Tim peneliti yang dipimpin Bryce Bolin dari Eureka Scientific, Amerika Serikat, mengungkap bahwa 2024 YR4 terdorong keluar dari sabuk asteroid oleh interaksi gravitasi dengan planet Jupiter.
“Kami cukup terkejut asteroid ini berasal dari bagian tengah sabuk utama, lokasi yang selama ini tidak dianggap sebagai sumber utama asteroid lintas Bumi,” kata Bolin.
Asteroid ini pertama kali terdeteksi pada 27 Desember 2024 dan sempat dianggap memiliki kemungkinan tumbukan dengan Bumi pada 2032.
Meski kini ancaman tersebut telah diturunkan menjadi sangat kecil, para ilmuwan tetap memberikan perhatian serius karena ukurannya yang mencapai 30 hingga 65 meter—cukup untuk menghancurkan satu kota jika terjadi tumbukan.
Penelitian lebih lanjut menggunakan teleskop W.M. Keck dan Gemini South mengungkap karakteristik fisik 2024 YR4. Asteroid ini memiliki bentuk pipih menyerupai cakram hoki, berotasi setiap 20 menit, bergerak secara retrograde, dan memiliki kerapatan batuan padat.
“Bentuk dan struktur asteroid memberi petunjuk penting tentang asal-usul dan ketahanannya. Informasi ini vital dalam menentukan metode yang tepat jika suatu hari asteroid ini perlu dialihkan dari jalurnya,” jelas Bolin.
Berdasarkan komposisi dan densitasnya, 2024 YR4 dikategorikan sebagai asteroid tipe S—yakni batuan silikat padat—berbeda dari banyak asteroid lain yang memiliki struktur longgar seperti tumpukan puing.
Menariknya, meskipun tidak lagi mengancam Bumi, para ilmuwan menyebut bahwa 2024 YR4 masih memiliki kemungkinan kecil menghantam Bulan. Jika terjadi, ini bisa menjadi peluang langka untuk mempelajari hubungan antara ukuran asteroid dan ukuran kawah yang dihasilkannya.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal Letters dan juga tersedia di arXiv. Selain memperkuat kesiapsiagaan planet terhadap ancaman asteroid mendadak, studi ini juga membuka perspektif baru tentang wilayah Tata Surya yang harus dipantau lebih cermat oleh para ilmuwan. (science)