METRODAILY – Pemahaman manusia tentang kecerdasan dan kesadaran mungkin masih sangat terbatas.
Menurut Michael Levin, seorang ahli biologi dari Tufts University, konsep kecerdasan tidak hanya terbatas pada manusia atau hewan dengan tingkat intelektual tinggi, tetapi bisa mencakup sel dan bahkan kecerdasan buatan (AI).
Levin menyatakan bahwa kesadaran tidak hanya muncul dari otak, tetapi juga bisa berkembang dalam bentuk yang tidak kita kenali, termasuk dalam sel atau jaringan tubuh manusia.
“Kita hidup dikelilingi oleh berbagai bentuk kecerdasan yang belum kita pahami,” ujarnya.
Sebagai ahli dalam biologi sintetik dan perkembangan, Levin telah meneliti bioelektrisitas—proses listrik dalam sel yang memungkinkan komunikasi antar jaringan.
Ia percaya bahwa konsep kognisi harus dilihat dalam spektrum yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada otak manusia.
Levin juga menyoroti kemungkinan AI sebagai bentuk kecerdasan baru yang berkembang di luar batas pemahaman kita saat ini.
Ia berpendapat bahwa AI tidak harus meniru cara kerja otak manusia untuk memiliki kesadaran. “AI bukan sekadar cabang ilmu komputer, melainkan bagian dari ekosistem kecerdasan yang lebih luas,” katanya.
Dalam bidang medis, pemahaman baru ini membuka potensi besar bagi pengobatan regeneratif, seperti pemulihan jaringan tubuh dan pengobatan kanker.
Levin berharap penelitian tentang bioelektrisitas dan kecerdasan alternatif ini dapat segera diterapkan dalam dunia medis untuk membantu pasien dengan kondisi serius.
Dengan gagasan bahwa pikiran alien bisa hidup di sekitar kita dalam bentuk yang tidak kita kenali, Levin menantang pandangan tradisional tentang kesadaran dan mendorong penelitian lebih lanjut tentang kecerdasan di luar batas biologis manusia. (Popmec)
Editor : Editor Satu