Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Peta Baru Ungkap Risiko Lebih Besar dari Pencairan Es Antartika

Editor Satu • Kamis, 13 Maret 2025 | 16:20 WIB

Peta bernama Bedmap3 ini diterbitkan dalam jurnal Scientific Data pada Kamis (13/3/2025) dan menunjukkan bahwa lapisan es di benua tersebut lebih tebal dari perkiraan sebelumnya, meningkatkan risiko p
Peta bernama Bedmap3 ini diterbitkan dalam jurnal Scientific Data pada Kamis (13/3/2025) dan menunjukkan bahwa lapisan es di benua tersebut lebih tebal dari perkiraan sebelumnya, meningkatkan risiko p

METRODAILY - Tim ilmuwan internasional yang dipimpin British Antarctic Survey (BAS) telah mengungkap peta terbaru dari dasar benua Antartika, memberikan wawasan baru tentang struktur bebatuan yang tersembunyi di bawah es tebal.

Peta bernama Bedmap3 ini diterbitkan dalam jurnal Scientific Data pada Kamis (13/3/2025) dan menunjukkan bahwa lapisan es di benua tersebut lebih tebal dari perkiraan sebelumnya, meningkatkan risiko pencairan akibat pemanasan global.

Salah satu temuan utama dalam Bedmap3 adalah revisi lokasi es tertinggi di Antartika.

Data terbaru menunjukkan bahwa titik es tertinggi berada di Wilkes Land, bukan di Astrolabe Basin seperti yang diduga sebelumnya. Ketebalannya mencapai 4.757 meter, lebih dari empat kali panjang Jembatan Sydney Harbour.

Selain itu, hasil pemetaan menunjukkan bahwa sebagian besar es di Antartika bertumpu pada dasar batuan yang berada di bawah permukaan laut.

Menurut pakar pemetaan BAS, Peter Fretwell, kondisi ini memperbesar ancaman mencairnya es akibat masuknya air laut hangat ke bagian bawah lapisan es.

"Laporan ini menunjukkan bahwa lapisan es Antartika lebih besar dari yang kita kira, dan sebagian besar berada di atas batuan yang berada di bawah permukaan laut. Ini berarti es lebih rentan terhadap pencairan akibat arus laut yang hangat," ujar Fretwell.

Jika seluruh es di Antartika mencair, permukaan air laut global dapat naik lebih dari 58 meter. Fenomena ini berpotensi menenggelamkan banyak kota pesisir di seluruh dunia, termasuk Jakarta, New York, dan London.

Dr. Hamish Pritchard, seorang ahli glasiologi dari BAS, menjelaskan bahwa topografi dasar Antartika memainkan peran penting dalam menentukan kecepatan pencairan es.

"Bayangkan menuangkan sirup di atas kue berbatu—bentuk dan struktur dasar akan menentukan ke mana sirup mengalir dan seberapa cepat," kata Pritchard.

Pembuatan peta Bedmap3 didasarkan pada data selama 60 tahun terakhir yang dikumpulkan melalui berbagai metode, termasuk radar, gelombang suara, dan pengukuran gravitasi.

Informasi ini dikumpulkan dari ekspedisi darat dengan anjing penarik, satelit modern, serta pengamatan dari kapal dan pesawat.

Dengan pemetaan terbaru ini, ilmuwan dapat lebih memahami bagaimana pencairan es Antartika akan berdampak pada perubahan iklim global dan kenaikan permukaan laut.

Peta ini juga akan menjadi alat penting bagi para peneliti dalam mengembangkan model prediksi yang lebih akurat mengenai dampak pemanasan global di masa depan. (Michael/yahoo)

Editor : Editor Satu
#benua antartika #pencairan es