Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Studi Ungkap Urin Paus Berperan Penting Menjaga Ekosistem Laut

Editor Satu • Kamis, 13 Maret 2025 | 15:10 WIB

Ikan Paus dapat menyebarkan sekitar 4.000 ton nitrogen per tahun ke wilayah pesisir tropis selama migrasi mereka.
Ikan Paus dapat menyebarkan sekitar 4.000 ton nitrogen per tahun ke wilayah pesisir tropis selama migrasi mereka.

METRODAILY – Studi terbaru yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa paus tidak hanya berperan dalam rantai makanan, tetapi juga berkontribusi besar terhadap distribusi nutrisi di lautan melalui urin mereka.

Penelitian ini menunjukkan bahwa paus dapat menyebarkan sekitar 4.000 ton nitrogen per tahun ke wilayah pesisir tropis selama migrasi mereka, mendukung pertumbuhan plankton dan menjaga keseimbangan ekosistem laut.

“Banyak yang menganggap tumbuhan sebagai paru-paru planet ini karena menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Namun, hewan juga memainkan peran besar dalam peredaran nutrisi,” kata Joe Roman, ahli biologi dari University of Vermont, yang terlibat dalam penelitian ini, seperti dikutip dari arstechnica.

Peneliti telah lama mengetahui bahwa mikroba, ikan, dan zooplankton membantu mendaur ulang nitrogen di lautan. Namun, paus dan mamalia laut lainnya, seperti anjing laut, juga berperan penting dalam proses ini.

Selain menyebarkan feses kaya nutrisi, urin paus terbukti menjadi sumber penting bagi ekosistem laut.

Paus bermigrasi setiap tahun dari perairan dingin ke perairan hangat untuk berkembang biak. Selama perjalanan ini, mereka mengonsumsi makanan dalam jumlah besar di perairan dalam dan melepaskan nutrisi di perairan dangkal melalui urin mereka.

Baca Juga: Jutaan Perangkat Diretas Malware Pencuri Data Bank dan Kata Sandi

Nitrogen yang terkandung dalam urin ini memperkaya perairan pesisir yang biasanya miskin nutrisi, memicu pertumbuhan fitoplankton, sumber makanan utama bagi ikan kecil, invertebrata, dan bahkan hiu.

“Kita menyebutnya sebagai ‘sabuk konveyor paus’. Mereka makan di area yang luas, tetapi kemudian berkumpul di wilayah tertentu untuk berkembang biak dan melahirkan,” tambah Roman.

Dengan menganalisis data spasial dari area makan dan berkembang biak paus, serta laporan pengamatan dari kapal dan pesawat, para ilmuwan menemukan bahwa paus berkontribusi terhadap perpindahan 45.000 ton biomassa per tahun.

Sebelum perburuan paus secara besar-besaran, jumlah ini diperkirakan tiga kali lebih besar.

Ahli oseanografi dari Climate Central, Andrew Pershing, menegaskan bahwa paus memiliki dampak ekologis yang sangat besar. “Biasanya kita berpikir hanya manusia yang bisa mengubah ekosistem dalam skala global.

Namun, paus menunjukkan bahwa hewan lain juga memiliki pengaruh besar terhadap planet ini,” ujarnya.

Baca Juga: Pekan Ini, Gerhana Bulan Total Bisa Dilihat Jutaan Orang di Dunia

Penelitian ini semakin menegaskan pentingnya perlindungan populasi paus, tidak hanya untuk mencegah kepunahan spesies, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut yang lebih luas. (ars)

Editor : Editor Satu
#urin ikan paus