JAKARTA, METRODAILY – Jutaan perangkat di seluruh dunia dilaporkan menjadi target serangan siber setelah ditemukan malware berbahaya yang menyamar sebagai pembaruan perangkat lunak palsu.
Ancaman ini berpotensi mencuri data perbankan, kata sandi, dan informasi pribadi pengguna.
Kurt Knutsson, pakar keamanan siber sekaligus jurnalis teknologi terkemuka, memperingatkan pengguna Apple agar lebih waspada terhadap skema peretasan terbaru ini.
Baca Juga: ScienceDirect AI, Permudah Peneliti Akses Informasi Ilmiah
Malware yang dikenal sebagai "infostealer" ini menipu pengguna dengan menyamar sebagai pembaruan browser internet. Begitu diunduh, peretas dapat mengakses data sensitif korban.
“Pengguna harus berhati-hati dan tidak sembarangan mengunduh pembaruan dari sumber yang tidak resmi. Serangan ini semakin canggih dan dapat mencuri informasi berharga tanpa disadari,” kata Knutsson.
Laporan terbaru dari Kaspersky Digital Footprint Intelligence mengungkap bahwa hampir 26 juta perangkat menjadi target infostealer antara awal 2023 hingga akhir 2024.
Baca Juga: Pekan Ini, Gerhana Bulan Total Bisa Dilihat Jutaan Orang di Dunia
Riset ini juga menunjukkan bahwa 1 dari 14 infeksi infostealer berujung pada pencurian data kartu kredit pengguna.
Sepanjang tahun 2023, lebih dari 16,49 juta perangkat dilaporkan terkena serangan malware ini, melebihi perkiraan awal.
Sementara itu, hingga Maret 2025, jumlah infeksi yang tercatat dari tahun 2024 telah melampaui 9 juta kasus, dan diperkirakan akan terus meningkat.
Dengan terus berkembangnya ekosistem malware infostealer, para ahli keamanan siber mengimbau pengguna untuk lebih berhati-hati dalam mengunduh perangkat lunak, menggunakan otentikasi dua faktor, serta rutin memperbarui sistem keamanan perangkat mereka guna menghindari serangan siber yang semakin masif ini. (dailymail)
Editor : Editor Satu