Transformasi digital memang tidak bisa dihempang. Industri industri keuangan/perbankan, hiburan, otomotif, transportasi, jasa, dan sebagainya dituntut untuk mengintegrasikan teknologi digital. Transfer uang, jual beli saham, buka deposito, bisa dilakukan lewat aplikasi di handphone. Segala macam hiburan bisa ditemukan di internet: film, game, kartun, novel, dan seterusnya. Pesan tiket pesawat, kereta api, mobil, hotel, cukup lewat hape. Bahkan menulis berita pun kini bisa dilakukan AI. Bisnis yang tidak mau berubah terancam tergilas zaman.
Di tengah seluruh percepatan digitalisasi itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kagama dan Koordinator Staf Khusus Presiden, Dr. Aagn Ari Dwipayana, mengatakan Indonesia masih sangat jauh untuk dapat dikatakan Go Digital. Kemampuan literasi digital masyarakat belum merata. Karena itu, dibutuhkan kontribusi berbagai pihak untuk mempercepat transformasi digital.
Salahsatu pihak yang komitmen mendukung masyarakat Indonesia merangkul kemampuan digital adalah Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat). Sejak melebur menjadi IOH awal 2022 lalu, Indosat terus melakukan berbagai inovasi di berbagai aspek. Teknologi terbaru, seperti 5G, AI, IoT, dan banyak lainnya, terus dimanfaatkan.
“Indosat berkomitmen memberdayakan Indonesia secara digital, dan memberikan pengalaman digital kelas dunia kepada seluruh masyarakat,” kata President Director and CEO IOH, Vikram Sinha, belum lama ini.
Untuk mewujudkannya, Indosat melakukan kemitraan dengan berbagai pihak. Secara internal,
Indosat menerapkan kecerdasan buatan pada jaringan. Dengan inovasi ini, Indosat mampu mendeteksi lebih cepat gangguan jaringan yang terjadi. Jutaan data point dimonitor, dianalisa, dan ditindaklanjuti. Teknologi AI ini memastikan operasi yang dijalankan Indosat efisien, akurat, dan minim kesalahan, yang berujung pada kepuasan pelanggan.
Berbagai langkah untuk memberdayakan Indonesia secara digital, dilakukan secara bertahap. Juli lalu, Indosat memperkenalkan Indosat Marvelous Xperience (MX) Center. Indosat MX Center ini merupakan pusat demonstrasi inovatif dari perusahaan teknologi terkemuka dunia, seperti Google, Meta, Nokia, Ericsson, Huawei, ZTE dan Cisco.
Di MX Center ini, pengunjung dapat bertanya dan mengeksplorasi teknologi terbaru yang selaras dengan tujuan bisnis mereka. Seperti Augmented Reality/Virtual Reality (AR/VR), komunikasi Machine-to-Machine (M2M) hingga Artificial Intelligence (AI), Robotika, dan solusi kolaborasi lainnya.
“Indosat MX Center akan membantu mendefinisikan kembali masa depan inovasi perusahaan,” kata Vikram Sinha.
Ignatius Jonan, mantan Menperindag, juga memuji Indosat MX Center ini. “Indosat MX Center menjadi platform yang pertama bagi para pemimpin industri untuk berkolaborasi dalam menciptakan berbagai solusi yang relevan untuk tantangan industri. Kokreasi akan menciptakan peluang yang sangat banyak untuk mencari cara meningkatkan pengalaman pelanggan yang paling efektif,” ujar Jonan.
Selain menyediakan MX Center, Indosat juga telah memperkenalkan layanan logistik berbasis aplikasi NEXTfleet. NEXTfleet merupakan armada yang terintegrasi telematik berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Indosat Business. Solusi ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan menjamin keamanan dalam industri transportasi dan logistik.
"Konektivitasnya (menggunakan) dari Indosat, ada yang pakai 4G, nanti 5G," kata Direktur dan Kepala Kantor Bisnis Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Danny Buldansyah, Juli lalu.
Sudah ada beberapa perusahaan telah menerapkan sistem sensor yang dimiliki oleh Indosat, salah satunya Transjakarta, perusahaan logistik. “Sensor itu dipasang di mobilnya mereka. Jadi NEXTfleet itu nama sistem di dalam. Ini produknya Indosat yang di-launching beberapa waktu lalu," jelas Danny.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh partner Indosat Business, NEXTfleet memberikan hasil positif yaitu meningkatkan efisiensi hingga 50 persen, biaya operasional yang lebih murah, menaikkan produktivitas hingga 50 persen, performa pengemudi jadi lebih baik. Berikutnya, meningkatkan umur pakai armada perusahaan, mengurangi keterlambatan pengiriman, menurunkan potensi kecurangan hingga 10 persen, mencegah kecurangan konsumsi bahan bakar, mencegah pencurian armada.
Langkah Indosat lainnya adalah menggandeng perusahaan teknologi digital Singapura, Infomo Global Ltd, untuk membangun platform kecerdasan buatan atau ML (Machine Learning). Platform kecerdasan buatan tersebut akan menghubungkan pelanggan Indosat dengan ekosistem periklanan digital di Indonesia, untuk mendapatkan iklan yang relevan sesuai minat dan kebutuhan pelanggan.
“Industri periklanan memasuki era digital baru dengan pengguna smartphone di Indonesia yang terus meningkat,” kata Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Ritesh Kumar Singh, Juni lalu.
Kolaborasi Indosat dengan Infomo merupakan langkah strategis dalam menyediakan platform periklanan yang efektif, untuk sasaran pelanggan yang lebih luas. Di saat bersamaan, akan meningkatkan pengalaman pelanggan.
“Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan meningkatkan industri digital dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan,” kata Ritesh.
Saat ini iklan digital semakin menjadi pilihan di era data karena memiliki programmatic processes melalui internet, untuk menyampaikan pesan marketing dalam berbagai format kepada pengguna internet.
Dengan konten iklan yang sangat interaktif, kolaborasi dengan Infomo yang memiliki teknologi DMP dan DSP ini, akan menghubungkan pelanggan Indosat dengan para agensi, publisher, dan pemegang merek. Dengan demikian, bisa menampilkan personalized advertisement ke pelanggan Indosat yang memiliki berbagai profil dan segmentasi potensial untuk keperluan advertising business.
“Indonesia adalah pasar yang sangat digital savy dengan market size USD2,8 miliar. Monetisasi data untuk operator telko membuka banyak pintu lebih dari sekadar penghasilan dari iklan,” ujar CEO of Global Infomo, Ananda Rao.
Dia menambahkan, infrastruktur yang digunakan, membuka peluang operator menggunakan Web3, ID Solutions untuk data pihak pertama, dan masih banyak lagi. “Kami ingin membawa semua manfaat ini untuk pengiklan kami melalui berbagai interfaces yang kami miliki. Ekosistem periklanan digital akan tumbuh lebih kuat lewat kemitraan kami bersama Indosat,” tambahnya.
Pelatihan Keterampilan Digital
Tak hanya meluncurkan teknologi, Indosat juga memperkuat literasi digital dan memfasilitasi pelatihan keterampilan digital bagi masyarakat terpencil dan kurang terlayani di Indonesia.
Dalam penerapannya, Indosat bermitra dengan International Telecommunication Union (ITU) dan Digital Transformation Centres Initiative (DTCI). Juga bermitra dengan Cisco untuk memperkenalkan kursus pelatihan keamanan siber Cisco Networking Academy ke dalam program pelatihan IDCamp Indosat yang sukses setiap tahunnya.
"Kami optimis telah berada di jalur yang tepat untuk mentransformasi Indosat dari perusahaan telco menjadi techco, dan memimpin transformasi digital di industri ini. Dengan semangat gotong royong, kami akan melanjutkan perjalanan tanpa batas dalam memberdayakan Indonesia dalam perjalanan transformasi digital di tingkat global," kata Vikram.
Selanjutnya, Indosat melalui lini bisnis Indosat Business mendukung percepatan pemerataan transformasi digital di sektor pendidikan pendidikan lewat solusi Information and Communication Technology (ICT) serta layanan digital yang komprehensif. Saat ini IOH sudah berkolaborasi dengan kurang lebih 50 Perguruan Tinggi di wilayah timur Indonesia.
Dukungan kepada institusi pendidikan dilakukan pada berbagai aspek. Mulai dari konektivitas untuk mahasiswa dan kampus, media pembelajaran online/hybrid, perangkat pembelajaran (smart meeting room dan managed device laptop), infrastruktur IT kampus (SDWAN, Data Center, Security, Cloud), hingga solusi untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa (pelatihan data analytics, private network, dan IoT).
Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Danny Buldansyah, mengatakan teknologi informasi saat ini telah menjadi kebutuhan primer dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan.
”Kami berkomitmen untuk mempercepat transformasi digital di lingkungan Perguruan Tinggi dengan berlandaskan delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Dengan menghadirkan solusi ICT dan layanan digital lengkap, Indosat Business berupaya membantu institusi pendidikan merencanakan dan mengimplementasikan perjalanan transformasi digital mereka,” tutur Danny.
Ia berharap, Indosat Business dapat menjadi key driver percepatan digitalisasi dan turut berkontribusi memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia.
Inovasi di Berbagai Sektor
Selanjutnya, Indosat menggandeng TIMWETECH sebagai mitra strategis dalam memenuhi layanan Digital Service Delivery Platform (DSDP). Kolaborasi ini memperkaya transformasi secara signifikan dalam industri telekomunikasi, yang menunjukkan komitmen Indosat dalam meningkatkan keterlibatan mitra dan mendorong inovasi yang bermanfaat bagi pelanggan di sektor layanan digital.
Indosat juga berkolaborasi dengan Noice, platform audio streaming lokal Indonesia, untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif yang lebih luas di tanah air. Keduanya menggabungkan keahlian masing-masing dalam meningkatkan pengalaman digital dan mendukung gaya hidup masyarakat Indonesia.
Sebelumnya, Indosat dan Tech Mahindra telah meluncurkan Google Cloud Smart Analytics dan Center of Excellence (CoE) lab, yang didukung oleh Google Cloud, untuk mempercepat transformasi digital bangsa. CoE Lab berfokus pada pengembangan solusi inovatif dengan memanfaatkan teknologi generasi berikutnya seperti 5G, Edge Computing, Data Analytics, Internet of Things (IoT), Augmented Reality (AR), dan Virtual Reality (VR).
Karan Bajwa, Vice President, Asia Pasifik, Google Cloud, mengatakan pihaknya berharap dapat terus berkolaborasi dengan organisasi seperti Indosat, Bank Jago, dan Tech Mahindra untuk menghadirkan infrastruktur digital yang terukur dan hemat energi, solusi cloud AI tingkat perusahaan, dan program keterampilan yang diperbarui untuk membina tenaga kerja yang siap menghadapi masa depan.
"Di Tech Mahindra, kami berkomitmen penuh untuk memberdayakan Indonesia dan mempercepat transformasi digital di Tanah Air melalui Gotong Royong. Dengan keahlian kami dalam teknologi inovatif generasi berikutnya seperti AI, IoT, komputasi awan, dan lain-lain,kami siap untuk berkontribusi pada tujuan ambisius ini," kata CP Gurnani, Managing Director dan Chief Executive Officer, Tech Mahindra.
Indosat dan Tech Mahindra bersama-sama akan membangun infrastruktur TIK dan sistem pembayaran generasi mendatang, merevolusi UMKM dengan solusi cloud mutakhir dan mendorong literasi digital. “Melalui upaya kolaboratif ini, kami tidak hanya akan memperkuat ekonomi digital Indonesia tetapi juga menciptakan efek riak dari pertumbuhan ekonomi yang positif, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan,” kata Gurnani.
Indosat dan Nokia pun telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding; MoU) untuk meluncurkan enterprise campus private wireless network canggih di beberapa pulau besar di Indonesia. Sebagai bagian dari MoU, solusi private wireless Nokia akan diterapkan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatra, dan Kalimantan. MoU tersebut menandai kesamaan visi IOH dan Nokia dalam mempercepat agenda transformasi digital Indonesia.
Selain itu, Indosat juga memperluas jaringannya ke wilayah pedesaan yang belum terlayani di Indonesia Timur dalam rangka menutup kesenjangan digital.
"Kami memperluas inklusi digital dan membuka peluang tak terbatas bagi masyarakat. Jaringan Indosat kini telah menjangkau lebih dari 80 persen populasi di seluruh Nusa Tenggara, dengan penambahan pemancar jaringan yang meningkatkan kapasitas mobile internet hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu," kata Vikram.
Terbaru, Indosat Ooredoo mengumumkan kesuksesan kolaborasi dengan Asianet (Lightstorm group company) dan PT MNC Kabel Mediacom (MNC Play) dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia kepada para pelanggan.
Langkah strategis ini dilakukan lewat akuisisi pelanggan MNC Play yang merupakan penyedia jasa layanan jaringan berbasis fiber terkemuka di Indonesia. Hal ini menegaskan komitmen Indosat dalam menyediakan layanan internet rumah tangga unggulan kepada masyarakat luas sembari menambahkan layanan video entertainment yang disediakan oleh MNC Play dalam satu layanan. Termasuk hadirnya Asianet sebagai manajemen jaringan fiber optic.
Lewat aksi korporasi ini, Indosat mempercepat langkahnya dalam meningkatkan kapasitasnya pada bisnis Fiber-to-the-home (FTTH) yang beroperasi di bawah brand Indosat HiFi. Melalui kolaborasi ini, Indosat juga menyambut 300 ribu pelanggan fixed-home internet yang bergabung dengan seratus juta pelanggan Indosat lainnya.
“Tambahan layanan IPTV yang disediakan oleh MNC Play menjadikan Indosat HiFi tidak hanya menawarkan layanan broadband tapi juga tambahan entertainment seperti TV Kabel,” kata Vikram Sinha.
Lewat akuisisi ini, pelanggan dapat menikmati dan memilih antara FTTH atau Internet Protocol Television Services (IPTV) maupun kedua layanan dalam satu paket yang sama. Layanan tersebut berpotensi untuk mendorong lebih banyak akuisisi pelanggan dan meningkatkan pendapatan dari bisnis FTTH, menjadikan kolaborasi ini bernilai tambah bagi pelanggan dan juga perseroan.
“Saat ini, tantangan industri semakin kompleks dan menyebabkan perubahan yang sangat cepat dalam hal strategi, fokus pasar atau bahkan model bisnis. Dengan komitmen terhadap inovasi dan kepuasan pelanggan, Indosat optimis akan masa depan digitalisasi di Indonesia,” kata Vikram. (dame ambarita) Editor : Metro Daily