“Nostradamus Cina” Ramal AS Kacau pada 2027, Ini Prediksinya

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 15:37 WIB
JIANG XUEQIN: Pengamat geopolitik keturunan China-Kanada, Jiang Xueqin, kembali menjadi sorotan setelah prediksinya tentang masa depan Amerika Serikat viral di media sosial.
JIANG XUEQIN: Pengamat geopolitik keturunan China-Kanada, Jiang Xueqin, kembali menjadi sorotan setelah prediksinya tentang masa depan Amerika Serikat viral di media sosial.

WASHINGTON, METRODAILY — Nama Jiang Xueqin kembali menjadi sorotan. Pengamat geopolitik keturunan China-Kanada yang berbasis di Beijing itu ramai diperbincangkan setelah sejumlah rekaman lama dan wawancara terbarunya kembali viral di media sosial.

Jiang bahkan dijuluki netizen sebagai “Nostradamus Cina” karena sejumlah prediksinya mengenai politik Amerika Serikat dinilai terbukti.

Namun, prediksi terbaru Jiang jauh lebih mengkhawatirkan. Ia menggambarkan kemungkinan terbentuknya rangkaian krisis di Amerika Serikat yang berujung pada kondisi yang menurutnya memiliki “semua bahan untuk perang saudara” pada 2027.

Baca Juga: Virus Baru dari Kutu Ditemukan di China, 7 Pasien Meninggal akibat Koinfeksi

Prediksi tersebut kembali menjadi perdebatan setelah media internasional menyoroti ramalan Jiang mengenai masa depan AS.

NDTV melaporkan pada 8 September 2026 bahwa Jiang memprediksi serangkaian krisis yang saling berhubungan, mulai dari perang di Asia Barat, wajib militer, gejolak ekonomi hingga konflik sosial di dalam negeri AS.

Bukan Ramalan Mistis

Meski dijuluki “Nostradamus Cina”, Jiang sebenarnya tidak menggambarkan dirinya sebagai peramal dengan kemampuan melihat masa depan.

Ia dikenal melalui kanal YouTube Predictive History, tempat ia membahas geopolitik menggunakan pendekatan sejarah, teori permainan (game theory) dan pola-pola struktural dalam politik internasional.

Baca Juga: 11 Hari Terjebak di Terowongan PLTA, Lu Haitao Akhirnya Diselamatkan

South China Morning Post mencatat Jiang merupakan guru sekolah menengah di Beijing dan memperoleh perhatian luas setelah sejumlah prediksinya mengenai politik global dianggap selaras dengan perkembangan berikutnya.

Materi kuliah dan wawancaranya kemudian diterjemahkan serta beredar di berbagai platform media sosial China.

Karena itu, istilah “Nostradamus Cina” lebih merupakan julukan dari publik dan media sosial, bukan gelar akademik atau pengakuan resmi terhadap kemampuan meramal masa depan.

Trump Pernah Diprediksi Menang

Salah satu alasan utama nama Jiang melejit adalah prediksinya mengenai kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024.

Jiang menyampaikan prediksi tersebut ketika Joe Biden masih menjabat sebagai presiden. Ia memperkirakan Trump akan kembali memenangkan pemilu pada November 2024.

Prediksi itu kemudian terbukti setelah Trump memenangkan pemilu dan kembali ke Gedung Putih.

Catatan prediksi yang ditelusuri dari materi kuliah Jiang menunjukkan bahwa ia telah menyatakan keyakinan mengenai kemenangan Trump sejak April-Mei 2024. Ia juga pernah menyebut JD Vance sebagai salah satu kandidat kuat untuk posisi wakil presiden, meskipun sebelumnya sempat salah memprediksi Nikki Haley sebagai pilihan utama.

Artinya, rekam jejak Jiang tidak sepenuhnya berisi prediksi yang benar. Ada pula ramalan yang meleset.

Fakta tersebut penting karena sebagian konten viral di media sosial cenderung hanya menampilkan prediksi yang terbukti dan mengabaikan prediksi yang salah.

Lima Skenario Gelap untuk Amerika

Dalam prediksi terbarunya, Jiang menggambarkan lima perkembangan yang menurutnya dapat terjadi dan saling berkaitan.

Pertama adalah eskalasi konflik di Asia Barat.

Jiang memperkirakan serangan udara tidak akan menghasilkan kemenangan menentukan sehingga Washington pada akhirnya dapat terdorong melakukan operasi darat berskala besar. Ia memperkirakan Amerika akan terjebak dalam perang berkepanjangan yang sulit dimenangkan.

Kedua, kembalinya wajib militer di Amerika Serikat.

Menurut skenario Jiang, perang yang berkepanjangan dapat meningkatkan kebutuhan personel militer hingga pemerintah AS terdorong menyiapkan kembali kerangka hukum untuk wajib militer. Ia menempatkan kemungkinan tersebut sekitar 2027.

Ketiga, perluasan kewenangan aparat keamanan domestik.

Jiang memperkirakan Immigration and Customs Enforcement (ICE) akan memperoleh kewenangan lebih besar, sementara National Guard semakin sering dikerahkan ke kota-kota besar untuk menghadapi gangguan keamanan.

Keempat, krisis ekonomi global.

Jiang mengaitkan skenario tersebut dengan kemungkinan terganggunya Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi dunia.

Jika gangguan berlangsung lama, menurut skenario Jiang, harga minyak, gas dan pupuk dapat melonjak. Kondisi tersebut berpotensi menekan rantai pasok, meningkatkan inflasi dan memperburuk ketahanan pangan.

Kelima adalah yang paling kontroversial: munculnya kondisi menuju perang saudara di Amerika Serikat.

Jiang tidak sekadar mengatakan perang saudara akan terjadi pada 2027. Ia menggambarkan tahun tersebut sebagai periode ketika berbagai faktor pemicu—krisis ekonomi, penolakan terhadap wajib militer, meningkatnya kehadiran aparat bersenjata dan kerusuhan—dapat menciptakan kondisi yang menurutnya memiliki “semua bahan” untuk perang saudara.

Dari Krisis Ekonomi hingga “Balkanisasi”

Dalam penjelasan Jiang, berbagai persoalan tersebut bukanlah ramalan yang berdiri sendiri.

Ia membangun sebuah rantai sebab-akibat: perang di luar negeri meningkatkan kebutuhan personel militer; wajib militer memicu penolakan di dalam negeri; tekanan ekonomi memperburuk ketidakpuasan; sementara pengerahan aparat keamanan dapat meningkatkan ketegangan sosial.

Dalam skenario ekstrem tersebut, Amerika Serikat bukan hanya menghadapi kerusuhan, tetapi dapat mengalami proses yang oleh Jiang disebut sebagai “balkanisasi”—istilah yang merujuk pada kemungkinan terpecahnya suatu negara menjadi beberapa bagian yang saling bersaing.

Pada sebuah pertemuan di Austin, Texas, pada 23 Agustus 2026, Jiang kembali menyampaikan gagasan bahwa perang saudara dapat menjadi bagian dari perubahan jangka panjang Amerika Serikat. Ia bahkan menyebut kemungkinan perubahan politik dan sosial AS dalam horizon sekitar dua dekade.

Trump dan Wacana Masa Jabatan Ketiga

Prediksi Jiang juga mencakup masa depan politik Trump.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa Trump dapat memperoleh masa jabatan ketiga. Pernyataan ini kontroversial karena Amandemen ke-22 Konstitusi AS membatasi seseorang untuk dipilih sebagai presiden lebih dari dua kali.

Jiang mengakui skenario tersebut terdengar tidak lazim, tetapi tetap menjadikannya bagian dari analisis politiknya mengenai masa depan Amerika.

Benarkah Jiang “Nostradamus”?

Di sinilah prediksi Jiang perlu ditempatkan secara proporsional.

Kemenangan Trump pada 2024 memang merupakan prediksi yang dapat diverifikasi dan terbukti benar. Tetapi catatan prediksinya juga menunjukkan ada ramalan yang salah, termasuk prediksinya bahwa Nikki Haley akan menjadi pasangan Trump sebagai calon wakil presiden. Trump akhirnya memilih JD Vance.

Karena itu, julukan “Nostradamus Cina” lebih tepat dipandang sebagai fenomena media sosial daripada bukti bahwa Jiang memiliki kemampuan meramal masa depan.

South China Morning Post juga mencatat bahwa sebagian gagasan Jiang bergerak ke wilayah teori konspirasi, sementara analisisnya tetap menarik perhatian karena beberapa prediksi sebelumnya dianggap tepat.

Prediksi tentang perang saudara pada 2027 pun belum dapat diverifikasi. Ia merupakan skenario geopolitik yang dibuat berdasarkan asumsi Jiang, bukan proyeksi resmi pemerintah AS atau kesimpulan konsensus lembaga riset strategis.

Dengan kata lain, 2027 masih merupakan masa depan.

Yang bisa diuji saat ini bukan apakah perang saudara akan benar-benar terjadi, melainkan seberapa kuat asumsi yang digunakan Jiang untuk sampai pada kesimpulan tersebut.

Dan justru di titik itulah perdebatan mengenai “Nostradamus Cina” menjadi menarik: apakah Jiang benar-benar membaca pola sejarah lebih cepat daripada orang lain, atau sejumlah prediksi yang terbukti hanyalah kombinasi analisis, probabilitas dan kebetulan?

Untuk saat ini, jawabannya belum bisa dipastikan. (bbs)

Editor : Editor Satu
Nostradamus Cina ramalan 2027