11 Hari Terjebak di Terowongan PLTA, Lu Haitao Akhirnya Diselamatkan

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 15:21 WIB
SELAMAT SETELAH 11 HARI: Tim penyelamat mengevakuasi Lu Haitao dari terowongan proyek Upper Trishuli-1 di Nepal setelah 11 hari terjebak akibat banjir dan longsor.
SELAMAT SETELAH 11 HARI: Tim penyelamat mengevakuasi Lu Haitao dari terowongan proyek Upper Trishuli-1 di Nepal setelah 11 hari terjebak akibat banjir dan longsor.

NEPAL, METRODAILY — Harapan hampir padam. Namun, setelah 11 hari terjebak di dalam terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang diterjang banjir dan longsor, pekerja asal China, Lu Haitao, akhirnya ditemukan hidup.

Lu dievakuasi dari Audit Tunnel 4 di proyek Upper Trishuli-1 Hydropower Project, Distrik Rasuwa, Nepal, Sabtu (5/9/2026). Tim penyelamat menemukan Lu sekitar 225 meter dari mulut terowongan sebelum membawanya keluar untuk mendapatkan pertolongan medis.

Momen ketika Lu dibawa menuju helikopter penyelamat kemudian menjadi perhatian luas. Rekaman penyelamatan memperlihatkan tim membawa Lu keluar dari kawasan proyek yang porak-poranda akibat bencana, sebelum ia diterbangkan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan medis.

Baca Juga: Selat Malaka Jadi Kunci, Indonesia Perkuat Sumut sebagai Koridor Rantai Pasok Regional

Laporan Reuters menyebut Lu kemudian dievakuasi menggunakan helikopter militer Nepal menuju rumah sakit. Kondisinya dilaporkan stabil.

Sempat Mengira Suara Penyelamat Hanya Bayangan

Kisah Lu menjadi semakin dramatis setelah ia menceritakan kembali detik-detik menunggu pertolongan di dalam terowongan.

Kepada staf Kedutaan Besar China di Nepal, Lu mengatakan beberapa kali mendengar suara peluit dan melihat cahaya dari tim penyelamat. Ia berusaha berteriak sekuat tenaga agar keberadaannya diketahui.

Namun, suara dan cahaya itu tak kunjung mendekat.

Baca Juga: Wacana Pemakzulan, Masinton Pasaribu: “Sejengkal Pun Saya Gak Mundur”

Dalam rekaman yang diperoleh Reuters, Lu mengaku sempat kehilangan harapan. Ketika akhirnya cahaya penyelamat benar-benar muncul di hadapannya, ia bahkan tidak mampu lagi berteriak karena tidak percaya dirinya benar-benar akan diselamatkan.

“Setiap kali saya melihat lampu, saya berteriak sekuat tenaga,” demikian kesaksian Lu yang dikutip Reuters.

Lu kemudian mengatakan dirinya nyaris tidak percaya ketika tim penyelamat akhirnya benar-benar berada di hadapannya.

Diterjang Banjir Bandang dan Longsor

Lu terjebak setelah bencana banjir dan longsor menerjang kawasan proyek Upper Trishuli-1 pada 26 Agustus 2026. Banjir yang berasal dari kawasan Sungai Bhote Koshi menghantam sejumlah wilayah di sepanjang koridor Bhotekoshi dan Trishuli serta merusak infrastruktur, termasuk proyek-proyek PLTA.

Baca Juga: Hilang di Hutan, Warga Taput Ditemukan Selamat Setelah Dicari Tim Gabungan

Tim gabungan yang terdiri dari personel Nepali Army dan para ahli penyelamatan dari Korea Selatan melakukan pencarian di dalam terowongan. Xinhua melaporkan operasi penyelamatan tersebut merupakan bagian dari pencarian besar-besaran terhadap pekerja yang diyakini masih terjebak di sejumlah terowongan proyek PLTA.

Nepali Army menyatakan Lu ditemukan pada Sabtu sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Setelah dikeluarkan dari terowongan, kondisi kesehatannya langsung diperiksa sebelum dievakuasi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Bukan Satu-satunya Keajaiban

Penyelamatan Lu terjadi sehari setelah dua pekerja Nepal juga ditemukan hidup-hidup dari terowongan proyek Trishuli 3A Hydropower Project.

Baca Juga: Kabut Tebal Selimuti Taput, Warga Keluhkan Mata Perih dan Sesak Napas

Keduanya adalah supervisor mekanik Kabir Maharjan dan foreman Sanjay Sah. Dengan ditemukannya Lu, sedikitnya tiga pekerja dari proyek-proyek PLTA di kawasan Trishuli berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup setelah bencana.

Pada hari yang sama, seorang perempuan berusia 64 tahun, Chandika Shrestha, juga ditemukan hidup setelah 11 hari tertimbun reruntuhan rumahnya di Nuwakot.

Serangkaian penyelamatan tersebut kembali menyalakan harapan di tengah operasi pencarian besar-besaran terhadap korban yang masih hilang akibat bencana di kawasan Himalaya.

Kedutaan Besar China di Nepal menyebut penyelamatan Lu sebagai sebuah keajaiban. Operasi pencarian terhadap korban lain pun masih terus dilakukan dengan dukungan tim teknis dari sejumlah negara. (bbs)

Editor : Editor Satu
banjir nepal