Intelijen Ukraina Sebut 8 WNI Gabung Tentara Rusia

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:26 WIB
Tentara bayaran - Ilustrasi. Delapan WNI disebut bergabung dengan tentara Rusia. (pngtree)
Tentara bayaran - Ilustrasi. Delapan WNI disebut bergabung dengan tentara Rusia. (pngtree)

JAKARTA, METRODAILY — Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina mengklaim memiliki dokumen mengenai delapan Warga Negara Indonesia (WNI) yang disebut telah direkrut dan bergabung dengan militer Rusia untuk berperang melawan Ukraina.

Klaim tersebut langsung berhadapan dengan pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Pemerintah Indonesia menyatakan belum menerima laporan maupun informasi mengenai keberadaan delapan WNI tersebut.

Informasi itu dimuat Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina melalui situs resminya. Dalam laporan tersebut, Rusia disebut terus merekrut warga negara asing untuk memperkuat pasukannya dalam perang melawan Ukraina.

Baca Juga: Rossa Tak Cari Pasangan, Pilih Fokus Bahagia Bersama Anak

Intelijen Ukraina menyebut tentara asing yang direkrut Rusia ditempatkan di garis depan.

Dalam klaimnya, lembaga tersebut menyatakan telah memperoleh dokumen mengenai delapan WNI yang disebut telah direkrut dan masuk ke jajaran militer Rusia.

"Iming-iming gaji tinggi, tugas non-kombatan, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial menarik orang-orang yang sering kali tidak tahu ke mana mereka sebenarnya akan dikirim," demikian keterangan Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina.

Baca Juga: Fuji Bawa Rakin Khan ke Keluarga, Sinyal Hubungan Makin Serius?

Ukraina juga menyebut Indonesia bukan satu-satunya negara yang warganya direkrut Rusia. Sejumlah warga negara Nepal, Kuba, Kenya, hingga India disebut ikut menjadi bagian dari tentara asing Rusia.

Menurut laporan tersebut, sebagian dari mereka akhirnya dikirim ke garis depan tanpa pelatihan memadai.

"Sebagian besar dari mereka berakhir di garis depan tanpa pelatihan apa pun, dan beberapa di antaranya tewas dalam beberapa minggu pertama," lanjut keterangan tersebut.

Baca Juga: MU Bantai Ipswich 5-2, Bruno Fernandes Hat-trick!

Menhan: Tak Ada Laporan

Klaim tersebut kemudian ditanggapi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Ia menyatakan Kementerian Pertahanan belum menerima laporan mengenai delapan WNI yang disebut bergabung dengan militer Rusia.

"Nggak ada, tidak menerima laporan itu. Tidak ada informasi," kata Sjafrie.

Dengan demikian, hingga kini belum ada konfirmasi dari pemerintah Indonesia mengenai identitas maupun keberadaan delapan WNI yang disebut dalam laporan intelijen Ukraina tersebut.

Baca Juga: Real Madrid Hajar Malaga 4-0, Los Blancos Sempurna di Puncak LaLiga

Sebelumnya, juga sempat muncul informasi mengenai mantan personel Korps Marinir TNI AL dan Brimob Polri yang disebut menjadi tentara asing di Rusia.

Namun, belum ada informasi terbaru mengenai kondisi maupun keberadaan mereka.

Perang Rusia-Ukraina sendiri masih berlangsung dan perekrutan warga asing menjadi salah satu isu yang terus disorot. Klaim mengenai keterlibatan WNI dalam militer Rusia masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut dari otoritas Indonesia maupun sumber independen. (jp)

Editor : Editor Satu
tentara bayaran tentara rusia