WASHINGTON, METRODAILY — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal yang diajukan Iran karena proposal tersebut tidak membahas program nuklir Teheran. Pernyataan itu disampaikan seorang pejabat AS kepada Reuters, Senin (28/4/2026), di tengah kebuntuan berkepanjangan antara Washington dan Teheran.
"Dia tidak menyukai proposal itu," kata pejabat AS tersebut, merujuk langsung pada sikap Trump.
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump telah membahas proposal Iran bersama para pembantu keamanan nasional utamanya. Konflik AS-Iran dilaporkan masih buntu, dengan pasokan energi dari kawasan Teluk yang terus berkurang akibat ketegangan yang belum mereda.
Baca Juga: Kalahkan Banyak Kota Besar, Tanjungbalai Raih Juara 2 Nasional Penurunan Pengangguran
Sumber-sumber Iran mengungkapkan bahwa proposal yang diajukan Teheran berisi usulan untuk menunda pembahasan program nuklir hingga perang berakhir dan perselisihan mengenai pengiriman barang dari Teluk terselesaikan.
Namun Washington bersikukuh bahwa isu nuklir harus ditangani sejak awal perundingan, bukan belakangan.
Upaya menjembatani kesenjangan antara kedua negara belum sepenuhnya terhenti. Pakistan, yang berperan sebagai mediator, menyatakan komunikasi masih terus berlangsung.
Namun harapan untuk menghidupkan kembali perundingan semakin memudar setelah Trump mengumumkan pembatalan kunjungan utusan khususnya, Steve Witkoff, dan menantunya Jared Kushner, ke Islamabad, ibu kota Pakistan, yang sebelumnya dijadwalkan akhir pekan ini.
Baca Juga: Bupati Batu Bara Hadiri Penutupan Dikmaba TNI AD di Siantar, Putra Daerah Raih Prestasi Terbaik
Citra satelit terbaru yang dirilis pada 2 Maret 2026 menunjukkan adanya kerusakan bangunan baru di Fasilitas Nuklir Natanz, Iran, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan AS dan Israel. (Jpc)
Editor : Editor Satu