METRODAILY – Ketegangan di Timur Tengah kian memanas setelah sebuah jet tempur Amerika Serikat kembali dilaporkan jatuh di kawasan Teluk Persia, Jumat (4/4/2026) waktu setempat.
Pesawat yang diduga jenis A-10 Thunderbolt II itu jatuh di perairan dekat Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan global. Media pemerintah Iran mengklaim jet tersebut berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara mereka, sekaligus menjadi serangan kedua terhadap pesawat militer AS dalam kurun 24 jam.
Namun, versi berbeda disampaikan pihak Amerika. Mengutip laporan The New York Times, dua pejabat AS menyebut pilot tunggal dalam pesawat tersebut berhasil diselamatkan dalam operasi evakuasi, meski detail lokasi dan kronologi kejadian belum diungkap.
Baca Juga: Kayu Hanyutan Disulap Jadi Huntara, Pemerintah Genjot Rehabilitasi Pascabencana
Insiden ini terjadi tak lama setelah jatuhnya jet tempur F-15E Strike Eagle di wilayah Iran, yang juga memicu operasi pencarian terhadap awak yang hilang.
Pesawat A-10, yang dikenal dengan julukan “Warthog”, merupakan salah satu armada andalan United States Air Force untuk dukungan udara jarak dekat. Kehilangannya dinilai dapat berdampak pada operasi militer di kawasan.
Hingga kini, Departemen Pertahanan Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim Iran tersebut.
Rangkaian insiden ini mempertegas eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang dalam beberapa hari terakhir terus diwarnai serangan balasan dan ketegangan militer di berbagai titik strategis. (Jpc)
Editor : Editor Satu