JAKARTA, METRODAILY – Presiden Donald Trump mengusulkan lonjakan besar anggaran pertahanan Amerika Serikat dalam rancangan anggaran tahun fiskal 2027, di tengah konflik yang terus memanas dengan Iran.
Dalam proposal tersebut, belanja militer diusulkan naik signifikan dari sekitar 1 triliun dolar AS menjadi 1,5 triliun dolar AS atau setara lebih dari Rp23.000 triliun. Peningkatan ini disebut Gedung Putih sebagai salah satu yang terbesar sejak sebelum Perang Dunia II.
Di saat yang sama, Trump mengusulkan pemotongan sekitar 10 persen untuk anggaran non-pertahanan, termasuk sektor kesehatan, pertanian, dan lingkungan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menekan defisit anggaran yang terus membengkak.
Baca Juga: Kayu Hanyutan Disulap Jadi Huntara, Pemerintah Genjot Rehabilitasi Pascabencana
Proposal tersebut muncul ketika Amerika Serikat tengah meningkatkan keterlibatan militernya di Timur Tengah. Pemerintah juga mengalokasikan kenaikan gaji 5–7 persen bagi personel militer yang tengah aktif bertugas.
Selain itu, anggaran mencakup penguatan sistem pertahanan, pembangunan kapal perang baru, serta investasi pada rantai pasok mineral strategis untuk industri pertahanan.
Namun, rencana ini masih harus mendapat persetujuan Kongres Amerika Serikat, yang sebelumnya kerap berselisih dengan Gedung Putih terkait kebijakan anggaran hingga memicu penutupan pemerintahan.
Baca Juga: Gempa M4,5 Guncang Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Sejumlah politisi oposisi dari Partai Demokrat langsung mengkritik keras proposal tersebut. Mereka menilai rencana ini terlalu berfokus pada militer dan mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Di sisi lain, Gedung Putih tetap optimistis bahwa kebijakan ini akan memperkuat posisi fiskal negara dalam jangka panjang, meski para analis meragukan dampaknya terhadap defisit yang saat ini diproyeksikan mencapai lebih dari 1,8 triliun dolar AS. (Jpc)
Editor : Editor Satu