Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Trump Ajukan Anggaran ‘Gila’: Militer Rp23.000 Triliun, Sektor Sipil Dipangkas!

Editor Satu • Sabtu, 4 April 2026 | 10:30 WIB
Presiden Donald Trump saat mengumumkan rencana anggaran besar dengan peningkatan tajam belanja militer.
Presiden Donald Trump saat mengumumkan rencana anggaran besar dengan peningkatan tajam belanja militer.

JAKARTA, METRODAILY – Presiden Donald Trump mengusulkan lonjakan besar anggaran pertahanan Amerika Serikat dalam rancangan anggaran tahun fiskal 2027, di tengah konflik yang terus memanas dengan Iran.

Dalam proposal tersebut, belanja militer diusulkan naik signifikan dari sekitar 1 triliun dolar AS menjadi 1,5 triliun dolar AS atau setara lebih dari Rp23.000 triliun. Peningkatan ini disebut Gedung Putih sebagai salah satu yang terbesar sejak sebelum Perang Dunia II.

Di saat yang sama, Trump mengusulkan pemotongan sekitar 10 persen untuk anggaran non-pertahanan, termasuk sektor kesehatan, pertanian, dan lingkungan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menekan defisit anggaran yang terus membengkak.

Baca Juga: Kayu Hanyutan Disulap Jadi Huntara, Pemerintah Genjot Rehabilitasi Pascabencana

Proposal tersebut muncul ketika Amerika Serikat tengah meningkatkan keterlibatan militernya di Timur Tengah. Pemerintah juga mengalokasikan kenaikan gaji 5–7 persen bagi personel militer yang tengah aktif bertugas.

Selain itu, anggaran mencakup penguatan sistem pertahanan, pembangunan kapal perang baru, serta investasi pada rantai pasok mineral strategis untuk industri pertahanan.

Namun, rencana ini masih harus mendapat persetujuan Kongres Amerika Serikat, yang sebelumnya kerap berselisih dengan Gedung Putih terkait kebijakan anggaran hingga memicu penutupan pemerintahan.

Baca Juga: Gempa M4,5 Guncang Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Sejumlah politisi oposisi dari Partai Demokrat langsung mengkritik keras proposal tersebut. Mereka menilai rencana ini terlalu berfokus pada militer dan mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Di sisi lain, Gedung Putih tetap optimistis bahwa kebijakan ini akan memperkuat posisi fiskal negara dalam jangka panjang, meski para analis meragukan dampaknya terhadap defisit yang saat ini diproyeksikan mencapai lebih dari 1,8 triliun dolar AS. (Jpc)

 

Editor : Editor Satu
#anggaran militer #perang Iran AS Israel #presiden as donald trump