TIMUR TENGAH, METRODAILY – Negara-negara Teluk mulai merancang strategi besar untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz dengan mempertimbangkan pembangunan jaringan pipa minyak baru yang terhubung hingga pelabuhan Haifa Port.
Laporan Financial Times menyebutkan, langkah ini dipicu meningkatnya risiko geopolitik di kawasan, terutama konflik yang melibatkan Iran.
Rencana yang tengah dikaji tidak hanya sebatas pipa minyak, tetapi mencakup pembangunan jaringan terintegrasi berupa:
- Jalur pipa energi
- Rel kereta lintas kawasan
- Infrastruktur jalan raya
Baca Juga: Kades di Madina Denda Warga Rp100 Ribu Tak Gotong Royong, Inspektorat Turun Tangan
Tujuannya jelas: menciptakan jalur ekspor baru dari Teluk menuju Laut Mediterania tanpa melewati chokepoint strategis Hormuz.
Arab Saudi Jadi Kunci
Arab Saudi saat ini menjadi satu-satunya negara Teluk yang relatif aman dalam ekspor energi, berkat pipa Timur-Barat yang mengalirkan minyak ke Laut Merah melalui Yanbu.
“Pipa Timur-Barat terlihat seperti langkah jenius,” kata seorang eksekutif energi Teluk.
Keberhasilan ini menjadi model bagi proyek baru lintas kawasan.
Salah satu proyek utama adalah India-Middle East-Europe Economic Corridor, yang didukung AS.
Baca Juga: Trump Ancam Tarik AS dari NATO, Eropa Tegas Bertahan di Tengah Ketegangan Iran
Koridor ini dirancang menghubungkan:
- India
- Semenanjung Arab
- Hingga Eropa melalui Mediterania
Namun, tantangan utama adalah persetujuan Arab Saudi untuk mengintegrasikan jalur ke pelabuhan Haifa.
Israel Dorong Diversifikasi Jalur Energi
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan pentingnya pengalihan jalur energi ke arah barat.
“Solusi jangka panjang adalah mengalihkan jalur pipa melintasi Arab Saudi menuju Mediterania, menghindari titik rawan Iran,” ujarnya.
Baca Juga: Mayat Boru Limbong Gegerkan Warga Sidimpuan, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana
Langkah ini dinilai lebih berkelanjutan dibanding solusi militer jangka pendek.
Jika proyek ini terealisasi, dampaknya akan signifikan:
- Mengurangi dominasi strategis Selat Hormuz
- Melemahkan leverage geopolitik Iran
- Mengubah jalur perdagangan energi global
- Memperkuat konektivitas Asia–Timur Tengah–Eropa
Dalam konteks konflik yang terus memanas, diversifikasi jalur energi kini menjadi prioritas utama negara-negara Teluk. (jpc)
Editor : Editor Satu