Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Negara Teluk Siapkan Jalur Minyak Baru via Haifa, Upaya Lepas dari Ketergantungan Selat Hormuz

Editor Satu • Kamis, 2 April 2026 | 16:10 WIB
Ilustrasi peta Selat Hormuz dan infrastruktur minyak di tengah rencana negara Teluk mengembangkan jalur ekspor energi alternatif.
Ilustrasi peta Selat Hormuz dan infrastruktur minyak di tengah rencana negara Teluk mengembangkan jalur ekspor energi alternatif.

TIMUR TENGAH, METRODAILY – Negara-negara Teluk mulai merancang strategi besar untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz dengan mempertimbangkan pembangunan jaringan pipa minyak baru yang terhubung hingga pelabuhan Haifa Port.

Laporan Financial Times menyebutkan, langkah ini dipicu meningkatnya risiko geopolitik di kawasan, terutama konflik yang melibatkan Iran.

Rencana yang tengah dikaji tidak hanya sebatas pipa minyak, tetapi mencakup pembangunan jaringan terintegrasi berupa:

Baca Juga: Kades di Madina Denda Warga Rp100 Ribu Tak Gotong Royong, Inspektorat Turun Tangan

Tujuannya jelas: menciptakan jalur ekspor baru dari Teluk menuju Laut Mediterania tanpa melewati chokepoint strategis Hormuz.

Arab Saudi Jadi Kunci

Arab Saudi saat ini menjadi satu-satunya negara Teluk yang relatif aman dalam ekspor energi, berkat pipa Timur-Barat yang mengalirkan minyak ke Laut Merah melalui Yanbu.

“Pipa Timur-Barat terlihat seperti langkah jenius,” kata seorang eksekutif energi Teluk.

Keberhasilan ini menjadi model bagi proyek baru lintas kawasan.

Salah satu proyek utama adalah India-Middle East-Europe Economic Corridor, yang didukung AS.

Baca Juga: Trump Ancam Tarik AS dari NATO, Eropa Tegas Bertahan di Tengah Ketegangan Iran

Koridor ini dirancang menghubungkan:

Namun, tantangan utama adalah persetujuan Arab Saudi untuk mengintegrasikan jalur ke pelabuhan Haifa.

Israel Dorong Diversifikasi Jalur Energi

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan pentingnya pengalihan jalur energi ke arah barat.

“Solusi jangka panjang adalah mengalihkan jalur pipa melintasi Arab Saudi menuju Mediterania, menghindari titik rawan Iran,” ujarnya.

Baca Juga: Mayat Boru Limbong Gegerkan Warga Sidimpuan, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

Langkah ini dinilai lebih berkelanjutan dibanding solusi militer jangka pendek.

Jika proyek ini terealisasi, dampaknya akan signifikan:

Dalam konteks konflik yang terus memanas, diversifikasi jalur energi kini menjadi prioritas utama negara-negara Teluk. (jpc)

Editor : Editor Satu
#negara teluk #selat hormuz #jalur pipa minyak #Perang Iran Israel