Intelijen AS: Iran Enggan Negosiasi, Yakin Mampu Lanjutkan Perang Lawan AS-Israel

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 15:15 WIB
Warga menghadiri pemakaman komandan IRGC di Teheran di tengah meningkatnya konflik Iran dengan AS dan Israel.
Warga menghadiri pemakaman komandan IRGC di Teheran di tengah meningkatnya konflik Iran dengan AS dan Israel.

WASHINGTON, METRODAILY – Penilaian terbaru intelijen Amerika Serikat menyebut Iran saat ini tidak bersedia bernegosiasi untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat dan Israel, karena merasa berada dalam posisi militer yang cukup kuat.

Laporan yang dikutip dari The New York Times menyebutkan, berbagai badan intelijen AS menilai Teheran belum melihat urgensi untuk menghentikan konflik dan tidak akan tunduk pada tuntutan Washington.

Meski menolak negosiasi formal, Iran disebut masih membuka jalur komunikasi tidak langsung melalui mediator. Namun, mereka meragukan keseriusan pemerintahan Donald Trump dalam mencari solusi damai.

Baca Juga: Kades di Madina Denda Warga Rp100 Ribu Tak Gotong Royong, Inspektorat Turun Tangan

Sumber pejabat Iran menyebut, negosiasi hanya mungkin terjadi jika:

Klaim Trump Dibantah Keras Teheran

Trump sebelumnya mengklaim bahwa pemimpin baru Iran telah meminta gencatan senjata melalui pernyataan di platform Truth Social.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pemerintah Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri menyebut pernyataan itu “palsu dan tidak berdasar”.

Baca Juga: Trump Ancam Tarik AS dari NATO, Eropa Tegas Bertahan di Tengah Ketegangan Iran

Tidak jelas apakah Trump merujuk pada Mojtaba Khamenei atau Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Seorang pejabat senior Iran juga menegaskan belum ada pembicaraan konkret terkait gencatan senjata.

Bahkan, proposal damai 15 poin dari AS dinilai:

Karena itu, Iran menilai rencana tersebut tidak memenuhi syarat minimum untuk kesepakatan.

Baca Juga: Mayat Boru Limbong Gegerkan Warga Sidimpuan, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

Situasi Memanas, Risiko Eskalasi Meningkat

Dengan posisi Iran yang menolak negosiasi dan tetap percaya diri melanjutkan perang, peluang deeskalasi dalam waktu dekat semakin kecil.

Kondisi ini berpotensi:

Editor : Editor Satu
perang Iran Israel AS