TIMUR TENGAH, METRODAILY – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memasuki fase baru setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran mengeluarkan ancaman terhadap lembaga pendidikan tinggi yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataan yang dikutip media regional, IRGC menyebut universitas-universitas tersebut sebagai “target yang sah” di tengah eskalasi konflik yang sedang berlangsung.
Ancaman ini muncul setelah serangan terhadap sejumlah kampus di Iran, termasuk Isfahan University of Technology dan Iran University of Science and Technology. Pemerintah Iran mengecam serangan tersebut dan menuding adanya keterlibatan pihak asing.
Baca Juga: Dugaan Manipulasi Data Caleg, Mahasiswa Laporkan Oknum Anggota DPRD Palas ke Kejari
IRGC bahkan mengeluarkan peringatan agar staf, dosen, dan mahasiswa menjauh dari kampus-kampus yang dianggap berafiliasi dengan AS dan Israel, dengan radius minimal satu kilometer demi alasan keselamatan.
Situasi ini memicu kekhawatiran luas di kalangan akademisi dan mahasiswa di kawasan.
Salah satu respons datang dari American University of Beirut yang memutuskan memindahkan kegiatan perkuliahan ke sistem daring sebagai langkah antisipasi.
Di Irak, Kedutaan Besar Amerika Serikat juga mengeluarkan peringatan keamanan bagi warganya, termasuk potensi ancaman terhadap kampus-kampus seperti American University of Iraq Baghdad dan institusi pendidikan lainnya di wilayah Kurdistan.
Baca Juga: Gelombang Mundur Pejabat Madina, Ketua DPRD Buka Suara: Isyarat Masalah di Birokrasi?
Pihak kedutaan menilai ancaman tidak hanya menyasar fasilitas pendidikan, tetapi juga warga sipil dan kepentingan AS di kawasan.
Sejumlah universitas lain di Timur Tengah yang memiliki afiliasi internasional kini meningkatkan kewaspadaan, termasuk kampus-kampus di Teluk dan Israel.
Analis menilai langkah Iran ini menandai perluasan spektrum konflik, di mana institusi pendidikan—yang selama ini relatif netral—berpotensi menjadi sasaran dalam dinamika geopolitik.
Jika eskalasi berlanjut, dampaknya tidak hanya pada keamanan regional, tetapi juga pada stabilitas dunia pendidikan dan mobilitas akademik internasional di kawasan Timur Tengah. (dtc)
Editor : Editor Satu