Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Israel Klaim Tewaskan Komandan Laut IRGC Alireza Tangsiri, Dalang Ancaman Selat Hormuz

Editor Satu • Jumat, 27 Maret 2026 | 04:46 WIB

 

Infografis militer Israel menampilkan profil komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, yang diklaim tewas dalam serangan udara di Bandar Abbas, Iran, Kamis (26/3/2026).
Infografis militer Israel menampilkan profil komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, yang diklaim tewas dalam serangan udara di Bandar Abbas, Iran, Kamis (26/3/2026).

METRODAILY – Militer Israel mengklaim telah menewaskan komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Alireza Tangsiri, dalam serangan udara di Bandar Abbas, wilayah strategis yang berdekatan dengan Selat Hormuz.

Kematian Tangsiri dikonfirmasi oleh militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF), serta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Kamis (26/3/2026).

Menurut sumber pertahanan Israel, serangan terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Selain Tangsiri, sejumlah ajudan senior angkatan laut IRGC juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Netanyahu dalam pernyataan video menyebut Tangsiri sebagai sosok yang “memiliki banyak darah di tangannya” dan bertanggung jawab atas upaya pemblokiran Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

“Kami akan terus menyerang target rezim Iran dengan kekuatan penuh,” kata Netanyahu, seraya menyinggung kerja sama militer dengan Amerika Serikat dalam operasi tersebut.

Target Strategis Konflik

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, turut menegaskan bahwa Tangsiri merupakan figur kunci dalam operasi militer Iran di laut, termasuk penanaman ranjau dan ancaman terhadap jalur pelayaran internasional.

Ia menyebut operasi ini sebagai bagian dari upaya membuka kembali akses aman di Selat Hormuz, yang selama konflik menjadi titik krusial dalam ketegangan antara Iran dan aliansi AS-Israel.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur distribusi minyak terpenting dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut berdampak langsung terhadap stabilitas energi global.

Peran Sentral Tangsiri

Tangsiri diketahui memimpin Angkatan Laut IRGC sejak 2018 dan selama masa jabatannya memperluas kekuatan maritim Iran secara signifikan, termasuk pengembangan rudal, drone, serta ranjau laut.

Ia juga disebut bertanggung jawab atas berbagai serangan terhadap kapal tanker minyak dan kapal komersial, serta memperkuat operasi intelijen maritim Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir sebelum tewas, Tangsiri mengambil sikap agresif dengan mengancam fasilitas milik AS di kawasan Teluk.

“Fasilitas minyak yang terkait dengan Amerika kini menjadi target kami,” ujar Tangsiri dalam pernyataan sebelumnya.

Selain itu, Angkatan Laut IRGC di bawah kepemimpinannya juga mendukung kelompok sekutu Iran seperti Houthi, terutama dalam pengawasan jalur pelayaran strategis seperti Selat Bab el-Mandeb.

Eskalasi Konflik

Kematian Tangsiri diperkirakan akan semakin meningkatkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dan aliansi AS-Israel.

Sejak konflik memanas, Amerika Serikat dilaporkan telah menghancurkan puluhan hingga ratusan kapal yang digunakan oleh angkatan laut Iran dan IRGC.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait laporan tewasnya Tangsiri. (Jpc)

 

Editor : Editor Satu
#Israel #iran #Perang Iran Israel 2026 #irgc